Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Kompas.com - 14/07/2020, 10:24 WIB
Kelelawar tapal kuda (Rhinolophus) sejauh ini merupakan reservoir (sarang) alami yang penting bagi virus corona. Hewan ini juga memiliki virus corona yang merupakan kerabat dekat SARS-CoV-2, penyebab Covid-19. Shutterstock/Rudmer ZwerverKelelawar tapal kuda (Rhinolophus) sejauh ini merupakan reservoir (sarang) alami yang penting bagi virus corona. Hewan ini juga memiliki virus corona yang merupakan kerabat dekat SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.


KOMPAS.com- Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini, berbagai penelitian hingga saat ini masih menunjukkan virus tersebut berasal dari satwa liar yaitu kelelawar.

Hal itu disebabkan tempat pertama kali ditemukan kasusnya adalah di pasar hewan Wuhan, China yang juga disertai bukti-bukti dari berbagai penelitian para ahli.

Kendati demikian, penyakit zoonosis ini ternyata meluas hingga ke lebih dari 200 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Berkaitan dengan itu, salah satu topik yang ramai menjadi sorotan masyarakat di Indonesia khususnya adalah persoalan persepsi terhadap Covid-19 dan satwa liar.

Baca juga: Waspada Penyebaran Virus Corona dari Satwa Liar

Berusaha menemukan apa yang dipersepsikan oleh masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 dan satwa liar, Pusat Penelitian Biologi dan Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan survei online sejak 28 Mei hingga 8 Juni 2020, dan dipublikasikan pada 7 Juli 2020.

Disampaikan oleh Peneliti Madya Bidang Kepakaran Pendudukan dan Lingkungan LIPI, Herry Yogaswara mengatakan masyarakat masih memerlukan pengetahuan dan infromasi tentang zoonosis melalui sosialisasi terutama bagi pemanfaatan satwa liar.

Ilustrasi corona virus (Covid-19)shutterstock Ilustrasi corona virus (Covid-19)

Baca juga: Penyebab Orang Tanpa Gejala Covid-19, Ilmuwan Ungkap Partikel Cacat Virus Corona

Menurut Yoga, pemanfaatan satwa liar di Indonesia terjadi dengan beragam cara. Di antaranya seperti perdagangan, konsumsi maupun hobi dan eksibisi yang justru berpotensi menyebabkan terjadinya penyakit baru bagi manusia.

"Sebagai bagian dari hewan, satwa liar diketahui menjadi inang alami dari coronavirus dan patogen lainnya," kata Yoga dalam diskusi daring bertajuk Sosialisasi Hasil Survei Persepsi Masyarakat terhadap Covid-19 dan Satwa Liar, Selasa (7/7/2020).

Disebutkan dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia dan sebaliknya.

Yoga mengungkapkan ada pula masyarakat sebagai salah satu penggemar burung peliharaan yang menuturkan kepada ia dan timnya, bahwa mereka masih awam terkait pandemi Covid-19 ini, banyak yang belum sadar, sehingga semua masih berjalan seperti biasanya saja.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X