Pada 2025, Level Karbon Dioksida di Atmosfer Bisa Cetak Rekor Tertinggi

Kompas.com - 13/07/2020, 07:32 WIB
Aliran uap air yang terjebak di antara gas karbondioksida (CO2) mengalir dari Kawah Timbang di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2013) menuju ke arah selatan menuju lembah Kali Sat. Aliran uap air mengandung gas beracun ini bisa mencapai 350 meter dari kawah. Status Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara tiga pekan terakhir masih ditetapkan Waspada. Hingga kini, konsentrasi gas CO2 dan hidrogen sulfida (H2S) masih di atas batas normal. Warga dilarang beraktivitas di dalam zona bahaya yang ditetapkan 500 meter dari kawah. 
KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOAliran uap air yang terjebak di antara gas karbondioksida (CO2) mengalir dari Kawah Timbang di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2013) menuju ke arah selatan menuju lembah Kali Sat. Aliran uap air mengandung gas beracun ini bisa mencapai 350 meter dari kawah. Status Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara tiga pekan terakhir masih ditetapkan Waspada. Hingga kini, konsentrasi gas CO2 dan hidrogen sulfida (H2S) masih di atas batas normal. Warga dilarang beraktivitas di dalam zona bahaya yang ditetapkan 500 meter dari kawah.

KOMPAS.com – Pada 2025, level karbon dioksida (CO2) pada atmosfer Bumi diperkirakan akan memecahkan rekor sepanjang 3,3 juta tahun.

Hal tersebut merupakan hasil penelitian dari sekelompok ilmuwan University of Southampton, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Scientific Reports.

Tim peneliti mempelajari komposisi kimia dari material fosil yang dikumpulkan dari sendimen dasar Laut Karibia. Mereka kemudian menggunakan data ini untuk merekonstruksi konsentrasi karbon dioksida di atmosfer Bumi sepanjang masa Pliocene.

Baca juga: Emisi Karbon Dioksida Terus Meningkat Sejak Era Industri

Masa Pliocene terjadi tiga juta tahun lalu, saat planet kita 3 derajat lebih panas dari saat ini. Pada masa itu, es di kedua kutub Bumi juga lebih sedikit dibanding sekarang dengan ketinggian air yang lebih.

“Pengetahuan jumlah karbon dioksida pada zaman geologi masa lampau adalah hal yang menarik, karena memberitahu kita tentang sistem iklim, lapisan es, dan ketinggian air laut dan meningkatnya level karbon dioksida,” tutur Dr Elwyn de la Vega, pemimpin penelitian seperti dikutip dari Phys.org, Minggu (12/7/2020).

Untuk mengukur level CO2 pada atmosfer, tim peneliti menggunakan komposisi material yang dipenuhi organisme zooplankton bernama foraminifera.

Baca juga: Angka Karbon Dioksida Tunjukkan Nasib Bumi yang Makin Mengkhawatirkan

Organisme ini memiliki ukuran setengah millimeter dan biasa berkumpul di dasar lautan, menjadi bukti sejarah iklim pada masa lampau.

Ada hubungan yang era tantara karbon dioksida di atmosfer dan tingkat keasaman (pH) air laut. Hal ini berarti level karbon dioksida pada masa lampau bisa dihitung dari komposisi material dan organisme yang hidup di dasar laut.

“Hasil penelitian kami cukup mengagetkan. Kami menemukan bahwa zaman geologis Pliocene adalah yang paling hangat, namun rupanya level karbon dioksidanya hampir sama dengan saat ini. Kini level CO2 kita meningkat sekitar 2,5 ppm per tahun, sehingga pada 2025, kita akan menghadapi level karbon dioksida yang lebih banyak dibanding 3,3 juta tahun lalu,” jelas Dr Thomas Chalk, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian.

Baca juga: Pemanasan Global, Mineral Ini Bisa Serap Karbon Dioksida di Atmosfer

Dr de la Vega menyebutkan, jika pada 2025 level karbon dioksida meningkat melewati zaman Pliocene, ini adalah perubahan iklim yang drastis dan belum pernah dirasakan Bumi sebelumnya.

“Suhu bahkan akan lebih hangat dibanding zaman Pliocene,” tambahnya.


Sumber PHYSORG
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X