Langka, Gajah Kembar Lahir di Sri Lanka

Kompas.com - 12/07/2020, 10:03 WIB
Gajah kembar terlihat di Taman Nasional Minneriya, Sri Lanka www.thedodo.comGajah kembar terlihat di Taman Nasional Minneriya, Sri Lanka

KOMPAS.com - Sebuah peristiwa langka baru-baru ini terjadi di Sri Lanka. Sepasang gajah kembar telah lahir di Taman Nasional Minneriya, Sri Lanka.

Ini adalah pertama kalinya Sri Langka mencatat kelahiran gajah kembar. Diperkirakan anak gajah tersebut baru berusia sekitar tiga atau empat minggu.

Melansir IFL Science, Kamis (9/7/2020) awalnya saat sedang mengamati sekelompok gajah selama beberapa hari, penjaga taman nasional melihat sepasang bayi gajah sedang menyusu pada induknya.

Baca juga: Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Namun penjaga sempat meragukan, apakah memang yang dilihat merupakan kasus gajah kembar atau bayi lain yang diberi makan oleh induk yang sama.

Hal itu lantaran kasus gajah kembar sangat tak biasa, diperkirakan kurang dari 1 persen gajah akan melahirkan bayi kembar.

Tetapi setelah mengamati dalam jarak yang cukup dekat, penjaga pun mengkonfirmasi jika yang dilihat merupakan bayi gajah kembar. Meski begitu, penjaga taman nasional sedang melakukan tes DNA untuk memastikan temuan mereka.

"Untuk pertama kalinya Sri Lanka mencatat kelahiran gajah kembar," kata Tharaka Prasad, direktur Kesehatan Satwa Liar di Departemen Konservasi Margasatwa seperti yang dikatakan pada Press Trust of India (PTI).

Baca juga: Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Tidak sepenuhnya jelas mengapa gajah kembar sangat langka ditemukan. Tapi memiliki dua anak memiliki tantangan yang lebih besar untuk bertahan hidup daripada membesarkan seekor anak gajah saja.

Bayi-bayi gajah tergantung penuh dengan induknya selama 3-5 tahun pertama. Mereka lahir dengan berat sekitar 100 kilogram dan minum hingga 11,4 liter susu per hari.

Pada usia sekitar 4 bulan, bayi-bayi ini akan mulai memakan beberapa tanaman. Tetapi mereka belum dapat mengendalikan belalainya sehingga tak benar-benar mulai makan sendiri hingga usia 6-8 bulan. Bayi gajah juga akan terus minum susu induk mereka selama sekitar 2 tahun.

Jika memiliki 2 bayi, tentunya perlu energi yang sangat besar bagi induk untuk membesarkannya. Kemungkinan salah satunya justru tidak akan berhasil selamat hingga dewasa. Seperti misalnya, gajah kembar yang lahir di Taman Nasional Amboseli di Kenya 2018 silam. Selang beberapa bulan, salah satu anak gajah kemudian mati.

Baca juga: Ratusan Gajah di Afrika Mati Mendadak, Penyebabnya Masih Misterius

Gajah Sri Lanka (Elephas maximus maximus) merupakan satu dari tiga supspesies gajah Asia. Piperkirakan populasinya antara 2500 hingga 7000 spesies.

Hilangnya habit serta konflik dengan manusia, memicu gajah asli Sri Lanka ini makin menurun jumlahnya dan masuk dalam Daftar Merah IUCN sebagai satwa yang terancam punah. Sayangnya, hingga kini kemungkinan besar masih ada sekitar 200 gajah yang dibunuh setiap tahun.

Semoga lahirnya sepasang gajah kembar ini menjadi pertanda baik bagi masa depan gajah Sri Lanka.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X