WHO Kirim Tim ke China untuk Selidiki Asal-usul Virus Corona Baru

Kompas.com - 11/07/2020, 19:01 WIB
Warga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona di kawasan Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/6/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 sekaligus mendukung perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOWarga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona di kawasan Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/6/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 sekaligus mendukung perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19.

KOMPAS.com - Dua orang anggota Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) berangkat ke China untuk mempersiapkan penyelidikan terkait asal-usul virus corona. Sebelumnya, China menentang penyelidikan independen terkait virus ini.

Virus itu diyakini muncul di pasar grosir di pusat kota Wuhan di China akhir tahun lalu, setelah berpindah dari hewan ke manusia.

Dua ahli WHO, yakni seorang spesialis kesehatan hewan dan epidemiologi, akan bekerja dengan para ilmuwan China untuk menentukan ruang lingkup dan rencana penyelidikan, kata juru bicara WHO Margaret Harris, yang menolak menyebutkan nama dua ahli itu.

"Kami tahu virus ini sangat, sangat mirip dengan virus di kelelawar, tetapi apakah virus itu melewati spesies perantara? Ini adalah pertanyaan yang butuh dijawab," kata Harris seperti dilaporkan Reuters.

Baca juga: Virus Corona Menyebar di Udara, Kenali Rute Penularan Covid-19

"Dua pakar WHO saat ini sedang dalam perjalanan ke China untuk bertemu dengan para ilmuwan dan mempelajari tentang kemajuan yang dicapai dalam memahami reservoir hewan Covid-19 dan bagaimana penyakit itu berpindah dari hewan ke manusia," kata Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam konferensi pers.

"Ini akan menjadi dasar bagi misi internasional yang dipimpin WHO terkait penelusuran asal-usul (virus)," imbuhnya.

Covid-19 adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona baru.

"Kami melihat penyelidikan ilmiah sebagai langkah yang perlu untuk mendapatkan pemahaman lengkap dan transparan tentang bagaimana virus ini menyebar ke seluruh dunia," kata Andrew Bremberg, duta besar AS untuk PBB di Jenewa dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

"Kami berharap Partai Komunis China akan memberikan akses penuh terhadap data, sampel, dan lokasi terkait, kepada tim ahli dan kami menantikan laporannya," kata Bremberg.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Menlu AS Mike Pompeo mengatakan patogen itu mungkin berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, meskipun mereka tidak memberikan bukti terkait itu dan China membantahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X