Bukti Baru Efek Pemanasan Global, Alga Tumbuh Masif di Ekosistem Danau

Kompas.com - 08/07/2020, 12:02 WIB
Danau di Colorado, AS, yang menjadi hijau karena masifnya pertumbuhan alga. AFP Photo/Isabella OleksyDanau di Colorado, AS, yang menjadi hijau karena masifnya pertumbuhan alga.

KOMPAS.com – Beberapa waktu lalu para ilmuwan di Colorado State University menemukan bahwa danau-danau di kawasan terpencil bagian Barat Amerika Serikat berubah warna menjadi hijau.

Hal itu, tak lain tak bukan, adalah salah satu dampak dari pemanasan global. Data membuktikan konsentrasi alga yang terdapat pada dua danau terpencil itu meningkat sebanyak dua kali lipat dalam 70 tahun terakhir.

Penelitian ini, yang telah dimuat pada jurnal Proceedings of the Royal Society B, menggarisbawahi efek berbahaya dari pemanasan global terhadap perubahan ekosistem alami di wilayah terpencil.

“Bahkan pada danau-danau terpencil yang terdapat pada area konservasi, sidik jari perilaku manusia sangat terlihat,” tutur kepala peneliti dari Colorado State University, Isabella Oleksy, kepada AFP seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: Unsur Hara Meningkat, Waspadai Ledakan Alga Berbahaya di Teluk Ambon

Pemanasan ini, lanjutnya, sangat terasa pada dataran tinggi sehingga menimbulkan peningkatan jumlah alga hijau yang signifikan.

Sekelompok ilmuwan tersebut meneliti konsentrasi jumlah alga pada danau yang berlokasi sekitar 100 kilometer dari Kota Denver. Mereka menggunakan alat untuk mengambil sampel sendimen dari bagian dasar danau.

Berdasarkan data pada 1950-an, mereka menemukan adanya perubahan drastis jumlah alga hijau bernama chlorophytes yang muncul saat suhu hangat.

Oleksy menyebutkan, jumlah alga hijau di danau tersebut biasanya ditemukan pada area-area berpolusi tinggi. Bukan pada lingkungan yang masih alami seperti danau tersebut.

Baca juga: Jumlah Kematian Penyu di Florida Melonjak, Alga Merah Diduga Biangnya

“Saat kami mendokumentasikan perubahan ini, kami menyadari bahwa ini merupakan fenomena alam yang terisolir,” tuturnya.

Apakah peningkatan jumlah alga ini merupakan hal bagus? Tentu saja tidak. Pertumbuhan alga mengindikasikan adanya peningkatan jumlah fosfor dan nitrogen.

Pada danau dan lautan, alga bisa meracuni hewan dan menggoyahkan stabilitas lingkungan air dengan menghambat sinar matahari. Pertumbuhan alga di perairan tawar memiliki dampak ekonomi yang sangat besar, terutama dalam bidang perikanan dan pariwisata.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Fenomena
Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Oh Begitu
Menengok Pendekatan Kultural dalam Pencegahan Pandemi Tahun 1920

Menengok Pendekatan Kultural dalam Pencegahan Pandemi Tahun 1920

Fenomena
Demi Udara Sehat Jakarta Jangan Izinkan Pembangunan Pembangkit Listrik, Kenapa?

Demi Udara Sehat Jakarta Jangan Izinkan Pembangunan Pembangkit Listrik, Kenapa?

Oh Begitu
Vaksin Corona Rusia Siap Digunakan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Vaksin Corona Rusia Siap Digunakan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Fenomena
Serba-serbi Hewan: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Serba-serbi Hewan: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Oh Begitu
WHO Ingatkan Hindari Perawatan Rutin Gigi untuk Cegah Virus Corona

WHO Ingatkan Hindari Perawatan Rutin Gigi untuk Cegah Virus Corona

Oh Begitu
Sumber Utama Polusi Udara Jakarta Ternyata Bukan Transportasi, Kok Bisa?

Sumber Utama Polusi Udara Jakarta Ternyata Bukan Transportasi, Kok Bisa?

Oh Begitu
Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Fenomena
Dataran Es Terakhir Berusia 4.000 Tahun di Arktik Terbelah

Dataran Es Terakhir Berusia 4.000 Tahun di Arktik Terbelah

Fenomena
Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

Fenomena
Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Oh Begitu
Lindungi Ternak dari Predator, Ahli Bikin Gambar Mata di Pantat Sapi

Lindungi Ternak dari Predator, Ahli Bikin Gambar Mata di Pantat Sapi

Oh Begitu
Kualitas Laut Parah, Ada Polutan Beracun di Tubuh Paus dan Lumba-Lumba

Kualitas Laut Parah, Ada Polutan Beracun di Tubuh Paus dan Lumba-Lumba

Fenomena
komentar
Close Ads X