Virus Corona: Ilmuwan Ingatkan Lagi, Jangan Keluar Rumah Tanpa Penutup Wajah

Kompas.com - 08/07/2020, 11:33 WIB
ilustrasi face shield (penutup wajahP untuk terhindar dari paparan virus corona penyebab Covid-19. SHUTTERSTOCK/pixflyilustrasi face shield (penutup wajahP untuk terhindar dari paparan virus corona penyebab Covid-19.


KOMPAS.com - Ilmuwan di Inggris kembali mengingatkan agar setiap orang yang keluar rumah, harus selalu melindungi diri dari virus corona.

Profesor Sir Venki Ramakrishnan, presiden akademi sains nasional Inggris Royal Society mengatakan ada bukti bahwa mereka yang dapat melindungi diri dengan baik saat keluar rumah dapat terhindar dari paparan Covid-19.

Seperti dikutip dari BBC, Rabu (8/7/2020), dibandingkan negara-negara lainnya, Inggris masih cukup jauh di belakang dalam penggunaan pelindung wajah.

Sebelumnya, Public Health England mengatakan penutup wajah tidak perlu digunakan di luar ruangan.

Baca juga: Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Kendati demikian, ada perasaan campur aduk di antara para ahli pada kelompok penasihat ilmiah pemeritah, SAGE, tentang penggunaan penutup wajah.

Namun, beberapa bukti telah menunjukkan bahwa penutup wajah tampaknya tidak terlalu memperlambat penyebaran flu, ketika dipakai di negara-negara Asia.

Serta, kemungkinan adanya kekhawatiran yang hanya memberikan rasa aman palsu dengan penggunaan penutup wajah.

Petugas menggunakan penutup wajah (face shield) ketika memberikan layanan dokumen kependudukan kepada warga di Kantor Desa Genteng Wetan, Banyuwangi, Kamis (28/5/2020). Kantor Desa Genteng Wetan menjadi salah satu proyek percontohan persiapan penerapan normal baru di Kabupaten Banyuwangi.ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA Petugas menggunakan penutup wajah (face shield) ketika memberikan layanan dokumen kependudukan kepada warga di Kantor Desa Genteng Wetan, Banyuwangi, Kamis (28/5/2020). Kantor Desa Genteng Wetan menjadi salah satu proyek percontohan persiapan penerapan normal baru di Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga: Virus Corona, Apa Dampak Covid-19 bagi Otak Manusia?

Akan tetapi, ada konsesus bahwa mereka dapat mengurangi risiko penularan dari orang yang kemungkinan terinfeksi virus ke orang lain.

Masyarakat masih skeptis

Saat Royal Society menerbitkan dua laporan tentang penutup wajah, Prof Ramakrishnan mengatakan publik tetap skeptis terhadap manfaat tersebut.

Sebab, pesannya dinilai belum cukup jelas, serta pedoman penggunaan penutup wajah masih tidak konsisten.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X