Ilmuwan Temukan Dua Planet Melakukan ‘Tarian Gravitasi’

Kompas.com - 07/07/2020, 16:03 WIB
Dua exoplanet melakukan tarian gravitasi. Institut d’astrophysique de Paris, Mark A. GarlickDua exoplanet melakukan tarian gravitasi.

KOMPAS.com – Sekelompok ilmuwan menemukan dua planet melakukan ‘tarian gravitasi’. Dua planet tersebut berinteraksi satu sama lain dengan begitu dekat, mengikat gravitasi keduanya.

Fenomena ini ditemukan oleh sekelompok ilmuwan yang tergabung dalam konsorsium internasional Wide Area Search for Planets (WASP).

Mengutip The Independent, Selasa (7/7/2020), dua planet tersebut bernama WASP-148b dan WASP-148c. Keduanya mengorbit pada bintang dengan jarak 800 tahun cahaya pada konstelasi Hercules.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Teori Gravitasi, Muncul Saat Newton Kerja dari Rumah

Para astronom meyakini bahwa kedua planet tersebut bisa merasakan gravitasi satu sama lain. Hal ini menyebabkan WASP-148b mengorbit lebih cepat di satu sisi, kemudian melamban saat WASP-148c berada di sisi dalam.

Gerakan itulah yang membuat kedua planet ini seperti menari.

Profesor Andrew Collier Cameron dari University of St Andrews, sekaligus anggota WASP, mengatakan bahwa ini adalah kali pertama mereka menemukan dua planet berinteraksi dengan sangat dekat.

“Sangat menarik bisa menyaksikan keduanya menari dari sini (Bumi),” tuturnya.

Sekelompok ilmuwan dari The Open University (OU) dan University of Warwick adalah yang pertama kali menemukan fenomena ini dari Bumi. Bukan dari teleskop luar angkasa.

Baca juga: Bukan Oranye, Seperti Apa Warna Matahari Terbenam di Planet Lain?

WASP-148b pertama kali ditemukan oleh observatorium Roque de Los Muchachos di La Palma, Kepulauan Canary. Sistem bintang tersebut kemudian diobservasi menggunakan instrumen SOPHIE di Observatoire de Haute-Provence di Perancis.

Para astronom menemukan WASP-148b memiliki ukuran dan berat seperti Saturnus. Planet ini membutuhkan waktu 8,8 hari mengorbit pada Matahari-nya.

Sementara itu, planet WASP-148c diperkirakan memiliki berat setengah Planet Jupiter dengan lama orbit 34,5 hari.

Penemuan ini telah dimuat pada jurnal Astronomy & Astrophysics.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Fenomena
Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Oh Begitu
Menengok Pendekatan Kultural dalam Pencegahan Pandemi Tahun 1920

Menengok Pendekatan Kultural dalam Pencegahan Pandemi Tahun 1920

Fenomena
Demi Udara Sehat Jakarta Jangan Izinkan Pembangunan Pembangkit Listrik, Kenapa?

Demi Udara Sehat Jakarta Jangan Izinkan Pembangunan Pembangkit Listrik, Kenapa?

Oh Begitu
Vaksin Corona Rusia Siap Digunakan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Vaksin Corona Rusia Siap Digunakan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Fenomena
Serba-serbi Hewan: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Serba-serbi Hewan: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Oh Begitu
WHO Ingatkan Hindari Perawatan Rutin Gigi untuk Cegah Virus Corona

WHO Ingatkan Hindari Perawatan Rutin Gigi untuk Cegah Virus Corona

Oh Begitu
Sumber Utama Polusi Udara Jakarta Ternyata Bukan Transportasi, Kok Bisa?

Sumber Utama Polusi Udara Jakarta Ternyata Bukan Transportasi, Kok Bisa?

Oh Begitu
Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Fenomena
Dataran Es Terakhir Berusia 4.000 Tahun di Arktik Terbelah

Dataran Es Terakhir Berusia 4.000 Tahun di Arktik Terbelah

Fenomena
Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

Fenomena
Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Oh Begitu
Lindungi Ternak dari Predator, Ahli Bikin Gambar Mata di Pantat Sapi

Lindungi Ternak dari Predator, Ahli Bikin Gambar Mata di Pantat Sapi

Oh Begitu
Kualitas Laut Parah, Ada Polutan Beracun di Tubuh Paus dan Lumba-Lumba

Kualitas Laut Parah, Ada Polutan Beracun di Tubuh Paus dan Lumba-Lumba

Fenomena
komentar
Close Ads X