Gempa Hari Ini: Setelah Banten dan Jakarta, M 5,2 Guncang Laut Bengkulu

Kompas.com - 07/07/2020, 14:28 WIB
Ilustrasi gempa, gempa Banten ShutterstockIlustrasi gempa, gempa Banten


KOMPAS.com- Setelah Jakarta dan Banten, gempa bumi tektonik kembali terjadi hari ini, dan kali ini magnitudo M 5,2 mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera pada pukul 13.16 WIB, Selasa (7/7/2020).

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteoroologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menunjukkan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,29 LS dan 103,24 BT.

Kepala Puat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc menyebutkan, lokasi tepatnya gempa bumi tersebut adalah di laut pada jarak 241 kilometer arah Tenggara Enggano Bengkulu pada kedalaman 10 kilometer.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 5,4 Guncang Rangkasbitung, Terasa hingga Jakarta

Kendati lokasi gempa bumi tersebut berada di laut, tetapi hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi di bawah lempeng Eurasia," kata Rahmat.

Rahmat berkata, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme sesar naik atau thrust fault.

 

Sementara itu, perihal dampak guncangan gempa bumi ini hanya dirasakan di daerah Kecamatan Limau Tanggamus dengan skala intensitas getaran I-II MMI.

Dengan skala getaran I-II MMI tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ujarnya.

Terkait gempa bumi susulan yang mungkin terjadi di wilayah Bengkulu dan sekitarnya, hasil pemantauan hingga ppukul 13.40 WIB, Selasa (7/7/2020), belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

Baca juga: Pakar Tektonik ITB: Gempa Rangkasbitung Bukan Gempa Megathrust

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Upayakan agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa bumi yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," tuturnya.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X