Pakar Tektonik ITB: Gempa Rangkasbitung Bukan Gempa Megathrust

Kompas.com - 07/07/2020, 12:58 WIB
Ilustrasi gempa. ShutterstockIlustrasi gempa.

KOMPAS.com - Pakar tektonik Institut Teknologi Bandung, Irwan Meilano, menegaskan bahwa gempa yang baru saja terjadi di Rangkasbitung, Banten bukan gempa megathrust.

Dia mengatakan, kita lihat sama-sama data BMKG. Kedalaman gempanya termasuk kategori medium di atas 80 kilometer.

"Kategori gempa seperti ini, secara dampak tidak terlalu merusak, apalagi magnitudonya kurang dari 6, tetapi guncangannya terasa hingga wilayah yang cukup luas," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman Irwan, jenis gempa yang baru saja terjadi di Rangkasbitung biasanya terjadi di bagian dalam lempeng yang masuk dan disebut sebagai interslab. Selain itu, ada juga yang menyebutnya zona Benioff.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan Sebagian Sumatera

"Jadi gempa itu bukan di pertemuan lempengnya tapi di bagian bawah yang sudah masuk," kata Irwan.

Alhasil, gempa Rangkasbitung bukan gempa megathrust.

Dijelaskan oleh Irwan, gempa megathrust merupakan gempa yang dangkal (kurang dari 30-40 kilometer) dengan magnitudo yang besar (mega).

Sementara itu, gempa barusan merupakan gempa dengan kedalaman medium (82 kilometer) dan magnitudo yang hanya 5,4 SR.

Namun, memang kedalamannya yang medium membuat gempa ini dirasakan di wilayah yang lebih luas, seperti Jakarta.

Baca juga: Kajian Tsunami Megathrust Sukabumi, Ahli Sebut Perlu Mitigasi Dini

Irwan mengatakan bahwa semakin dalam gempa, maka efeknya ke permukaan semakin luas, tetapi tingkat kerusakannya semakin rendah. Sebaliknya, semakin dangkal gempa, efeknya ke permukaan akan semakin lokal atau sempit, tetapi tingkat kerusakannya tinggi.

BMKG melaporkan bahwa gempa berkekuatan 5,4 M telah terjadi di Banten pada tanggal 7 Juli 2020 pukul 11.44.14 WIB.

Pusatnya berada pada lintang 6.69 LS dan bujur 106.14 BT pada kedalaman 82 kilometer.

Tepatnya 18 kilometer barat daya Rangkasbitung, 29 kilometer barat laut Bayah, 33 kilometer timur laut muarabintung, 64 kilometer barat daya Serang dan 95 kilometer barat daya Jakarta.

Gempa tidak berpotensi tsunami.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X