Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Kompas.com - 03/07/2020, 18:00 WIB
Ilustrasi anjing dan pemiliknya Ilustrasi anjing dan pemiliknya


KOMPAS.com - Studi baru yang belum lama ini dipublikasikan mengungkapkan umur anjing bisa jadi lebih tua dari yang selama ini kita kira.

Para peneliti menemukan formula yang diklaim cukup akurat untuk menghitung usia anjing berdasarkan perubahan kimiawi pada DNA ketika organisme bertambah tua.

Selama ini aturan paw, menunjukkan satu tahun usia anjing sama dengan 7 tahun, namun ini dibantah oleh para ilmuwan.

Melansir Science Daily, Jumat (3/7/2020), hasil penelitian yang diterbitkan 2 Juli lalu dalam jurnal Cell System menunjukkan formula tepat untuk menghitung umur anjing.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Apakah Anjing Anda Obesitas? Begini Mengeceknya

Anjing berbagi lingkungan yang sama dengan pemiliknya dan menerima standar perawatan kesehatan yang sama dengan manusia. Sedangkan bagi ilmuwan memberikan kesempatan untuk memahami penuaan antar spesies.

Seperti manusia, anjing mengikuti lintasan perkembangan yang sama yang menyebabkan mereka cepat tua, hingga rentan terhadap penyakit yang berkaitan dengan usia dari waktu ke waktu.

Kendati demikian, para peneliti mengakui secara molekuler memahami usia anjing jauh lebih rumit, sebab, penuaan pada spesies ini dapat lebih awal terjadi dan melambat di kemudian hari.

Tiga anjing labrador berbagai warna.lizcen Tiga anjing labrador berbagai warna.

Baca juga: Terancam Bahaya, Studi Jelaskan Insting Anjing Selamatkan Tuannya

"Yang mengejutkan adalah berapa tepatnya umur anjing. Usia satu tahun (bisa) itu seperti manusia berusia 30 tahun," kata Trey Ideker, penulis senior dari University of California.

DNA manusia dan anjing, tidak banyak berubah sepanjang kehidupan, tetapi tanda kimiawi pada DNA yang disebut tanda metilasi dapat berubah. 

Ideker menganggap tanda-tanda ini seperti kerutan dalam genom.

"Saya cenderung berpikir seperti saat Anda melihat wajah seseorang dan menebak usia mereka berdasarkan kerutan, rambut beruban dan fitur lainnya. Ini hanya jenis fitur serupa pada tingkat molekuler," jelas dia.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X