Suhu Kutub Selatan Menghangat 3 Kali Lipat Dibanding Wilayah Lain

Kompas.com - 30/06/2020, 12:30 WIB
Pada 2015, ilmuwan NASA memperingatkan lapisan es Larsen B di Antartika kemungkinan akan pecah menjadi ratusan gunung es sebelum akhir dekade ini. NSIDC / Ted ScambosPada 2015, ilmuwan NASA memperingatkan lapisan es Larsen B di Antartika kemungkinan akan pecah menjadi ratusan gunung es sebelum akhir dekade ini.

KOMPAS.com - Kutub Selatan menghangat tiga kali lebih cepat dibandingkan bagian Bumi lainnya dalam 30 tahun terakhir. Menurut studi terbaru, hal ini didorong karena menghangatnya suhu laut tropis.

Temperatur Benua Antartika memang sangat bervariasi sesuai dengan musim dan wilayah. Tapi selama bertahun-tahun diperkirakan suhu Kutub Selatan tetap saja dingin, bahkan ketika suhu benua itu memanas.

Namun kini temperatur Kutub Selatan menghangat tiga kali lebih cepat dari wilayah lainnya.

Hal ini mendorong para peneliti di Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat untuk menganalisis data stasiun cuaca selama 60 tahun terakhir guna mengetahui apa penyebab percepatan pemanasan itu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pemodelan komputer.

Para peneliti menemukan, suhu lautan yang lebih hangat di Pasifik barat selama beberapa dekade telah menurunkan tekanan atmosfer di atas Laut Weddell di Atlantik selatan.

Kondisi tersebut telah meningkatkan aliran air yang hangat langsung ke Kutub Selatan, menghangatkannya lebih dari 1,83 derajat celsius sejak tahun 1989.

Baca juga: Pecahkan Rekor, Suhu Siberia Terpanas Sepanjang Sejarah Kutub Utara

Peneliti mengatakan, tren pemanasan tersebut kemungkinan didorong oleh emisi gas rumah kaca buatan manusia dan bisa menutupi efek pemanasan dari polusi karbon di Kutub Selatan.

"Ketika suhu di Antartika Barat dan Semenanjung Antartika mengalami pemanasan selama abad ke-20, namun saat itu tetap saja Kutub Selatan mendingin," kata Kyle Clem, Peneliti di Victoria University of Wellington, seperti dilansir dari Science Alert, Selasa (30/6/2020). 

"Sebelumnya diduga wilayah bagian Antartika ini mungkin kebal dari pemanasan, tapi sekarang kami mendapati tidak demikian," tambah Clem yang juga pemimpin penelitian ini.

Data menunjukkan, Kutub Selatan yang merupakan tempat paling terpencil di Bumi, sekarang memanas sekitar 1,8 derajat Celcius selama 30 tahun terakhir pada tingkat sekitar 0,6 derajat Celsius per dekade.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X