Perburuan Planet 9 di Tata Surya, Astronom akan Gunakan Teleskop Raksasa ini

Kompas.com - 29/06/2020, 20:02 WIB
Perhitungan baru menemukan jika jarak planet terdekat dengan Bumi adalah Merkurius. (NASA/JPL)Perhitungan baru menemukan jika jarak planet terdekat dengan Bumi adalah Merkurius.


KOMPAS.com - Ilmuwan kembali melanjutkan perburuan planet baru di ujung tata surya. Teleskop baru diyakini dapat menangkap keberadaan planet ini.

Bukti adanya Planet 9, demikian para astronom menyebutnya, terus bertambah dan menguatkan adanya planet baru di tata surya ini.

Scott Sheppard, astronom dari Carnegie Institution for Science in Washington DC telah berkolaborasi dengan astronom lain untuk mengungkap kecurigaan terhadap adanya planet ke sembilan pada 2014 lalu.

Bersama Chad Trujillo, astronom dari Northern Arizona University, bukti tersebut tersebut bertambah.

Baca juga: Seperti Apa Matahari Terbenam di Planet Lain? Ini Simulasi NASA

Teleskop raksasa siap memulai misi

Komunitas astronom lainnya pun juga menyambut penemuan dunia baru ini. Dibukanya teleskop raksasa yang dinamai Vera C Rubin, membawa harapan baru untuk upaya penemuan planet tersebut.

Melansir The Guardian, Senin (29/6/2020), dijadwalkan teleskop ini akan mulai pengamatan untuk mencari bukti keberadaan planet itu pada tahun 2022.

"Itu (teleskop) akan mengubah semua yang kami pikir kami tahu tentang pembentukan planet," ungkap Sheppard.

Wajah pluto ternyata berwarna-warni, terdiri dari biru pucat, kuning, dan merah gelap.NASA Wajah pluto ternyata berwarna-warni, terdiri dari biru pucat, kuning, dan merah gelap.

Baca juga: NASA Balas Surat Anak 6 Tahun yang Ingin Pluto Jadi Planet Lagi

Tata surya yang jauh adalah tempat yang sangat gelap dan penuh misteri. Mencakup volume ruang yang sangat besar yang dimulai pada orbit Neptunus, sekitar 30 kali lebih jauh dari matahari daripada Bumi.

Di tata surya ini, Pluto yang ditemukan astronom Amerika, Clyde Tombaugh pada tahun 1930, diyakini menjadi planet terjauh dari Matahari.

Namun, ternyata di akhir abad ini, teleskop yang lebih besar telah membawa harapan bagi para astronom untuk menemukan lebih banyak dunia kecil di luar Neptunus.

 

Bahkan mungkin, dunia itu lebih kecil dari Pluto, yang ukurannya dua pertiga dari diameter Bulan Bumi.

Jalan menuju perburuan Planet 9 dimulai pada 2012, saat Sheppard dan Trujillo menggunakan teleskop Cerro Tololo Inter-American Observatory di Chili.

Keduanya menemukan semakin banyak objek yang semakin jauh dari Bumi, tetapi ada satu objek yang tampak menonjol.

Rasa ingin tahu Sheppard dan Trujillo semakin kuat, untuk dapat menemukan planet-palnet lain yang mungkin berukuran lebih besar dari Bumi.

Baca juga: Serupa Tata Surya, Astronom Temukan Exoplanet Layak Huni Luar Bumi

Peneliti lainnya mengakui, bukan hanya Sheppard yang melakukan penjelajahan ruang angkasa untuk mencari dan menemukan dunia baru dari 8 planet di tata surya ini.

Saat ini, Sheppard juga masih terus menjelajahi langit untuk menemukan lebih banyak bukti tentang keberadaan Planet 9.

Observatorium Rubin menjadi senjata yang akan menjadi tumpuan bagi Sheppard untuk menjelajahi langit, dan konstruksi teleskop raksasa ini hampir rampung.

"Survei itu akan mengubah ilmu tata surya seperti yang kita tahu, dan jika Planet 9 ada di luar sana, (teleskop) Rubin akan melihatnya," kata Sheppard.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X