Ilmuwan Temukan Kepala Serigala Raksasa, Masih Utuh Setelah 40.000 Tahun

Kompas.com - 29/06/2020, 12:02 WIB
Kepala serigala raksasa yang ditemukan di Siberia ALBERT PROTOPOPOVKepala serigala raksasa yang ditemukan di Siberia

KOMPAS.com – Baru-baru ini, wilayah Siberia di Rusia mengalami gelombang panas yang menghasilkan suhu terhangat sepanjang sejarah.

Di tengah-tengah fenomena tersebut, sekelompok ilmuwan menemukan potongan kepala serigala raksasa yang diperkirakan berusia 40.000 tahun.

Anehnya, kepala serigala raksasa tersebut masih berada dalam kondisi cukup utuh. Diperkirakan serigala tersebut berasal dari zaman es terakhir.

Mengutip Science Alert, Senin (29/6/2020), kepala serigala tersebut pertama ditemukan oleh seorang warga lokal di bantaran Sungai Tirekhyakh, Republik Sakha (bagian dari Rusia). Ia menemukan potongan kepala tersebut pada 2018.

Baca juga: Fosil Korban Perubahan Iklim dari Zaman Es Terpendam di Bawah Kota LA

Kepala tersebut memiliki panjang 40 sentimeter, lebih panjang daripada beberapa spesies serigala yang pernah dipelajari ilmuwan sebelumnya.

“Ini adalah penemuan unik dan pertama kalinya, potongan kepala serigala dari zaman Pleistosen dengan daging yang masih menempel,” tutur ahli paleontologi Albert Protopopov dari Republic of Sakha Academy of Sciences.

Para ilmuwan tersebut meneliti DNA serta menggunakan teknik tomografi untuk melihat bagian dalam tengkorak serigala tersebut.NAOKI SUZUKI Para ilmuwan tersebut meneliti DNA serta menggunakan teknik tomografi untuk melihat bagian dalam tengkorak serigala tersebut.

Lewat penemuan tersebut, lanjutnya, para ilmuwan akan membandingkan perbedaan demi perbedaan dengan serigala yang hidup di masa sekarang serta merekonstruksi ulang bentuk tubuh serigala raksasa tersebut.

Protopopov, bersama dengan ilmuwan dari Swedia dan Jepang, telah mempelajari struktur kepala serigala tersebut. Diperkirakan ia adalah seekor serigala dewasa berusia dua hingga empat tahun.

Baca juga: Spesies Baru Ditemukan, Terjebak di Gua Kanada sejak Zaman Es

Para ilmuwan tersebut meneliti DNA serta menggunakan teknik tomografi untuk melihat bagian dalam tengkorak serigala tersebut.

Sebelumnya yakni pada 2015 dan 2017, pada wilayah yang sama juga ditemukan potongan tubuh singa gua purba. Lengkap dengan daging dan bulu yang masih menempel.

Penemuan terbarunya adalah seekor anak singa gua yang diprediksi berjenis kelamin betina. Para ilmuwan menyebutkan anak singa gua tersebut mati tidak lama usai dilahirkan, kemudian membeku di tengah es.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukan di Istana Merdeka, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dilakukan di Tempat Ini

Bukan di Istana Merdeka, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dilakukan di Tempat Ini

Oh Begitu
Mengapa Hanya 10 Persen Orang Kidal di Dunia? Berikut Penjelasannya

Mengapa Hanya 10 Persen Orang Kidal di Dunia? Berikut Penjelasannya

Oh Begitu
Penjelajah Mars Milik NASA Dilengkapi Alat Pengubah CO2 Menjadi Oksigen

Penjelajah Mars Milik NASA Dilengkapi Alat Pengubah CO2 Menjadi Oksigen

Oh Begitu
Mengapa Donasi Susu Formula Saat Pandemi Covid-19 Berbahaya?

Mengapa Donasi Susu Formula Saat Pandemi Covid-19 Berbahaya?

Kita
Berkat Setan Tasmania, Ada Titik Terang Pengobatan Kanker pada Manusia

Berkat Setan Tasmania, Ada Titik Terang Pengobatan Kanker pada Manusia

Oh Begitu
Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas di Antartika Ilmuwan Kurangi Personel

Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas di Antartika Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X