30 Persen Wilayah Berpotensi Kekeringan Selama Kemarau, Ini Daftarnya

Kompas.com - 28/06/2020, 19:02 WIB
Area sawah kekeringan di Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Selasa (28/1/2020) KOMPAS.com/MASRIADI Area sawah kekeringan di Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Selasa (28/1/2020)

KOMPAS.com - Juni 2020, 51,2 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Musim kemarau periode tahun ini diprediksikan cenderung lebih basah daripada rata-rata iklim tahun 1981 hingga 2010.

Badan Meteorologi, KLimatologi dan Geofisika ( BMKG) memprediksi prakiraan tersebut berdasarkan hasil analisis berbagai kondisi atmosfer hingga per 20 Juni 2020.

Kondisi atmosfer selama ini umumnya memiliki pengaruh terhadap cuaca atau iklim di musim kemarau dan musim hujan yang terjadi di Indonesia.

Baca juga: BMKG: Musim Kemarau 2020 di Indonesia Cenderung Basah, Ini Faktor Pemicunya

Kondisi atmosfer yang memengaruhi iklim antara lain suhu muka laut yang netral, kondisi Dipole Mode Samudera Hindia (IOD) bernilai positif (IOD+), dan kondisi ENSO netral.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Drs Herizal MSi dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa dari berbagai kondisi tersebut diperkirakan musim kemarau di sebagian wilayah Indonesia akan cenderung basah, mencapai sekitar 50 persen wilayah.

Kecenderungan musim kemarau yang basah maksudnya adalah meskipun sudah memasuki musim kemarau, tetapi curah hujan masih bisa terjadi dalam kategori rendah hingga sedang.

"Namun perlu tetap diwaspadai adanya potensi kekeringan di 30 persen wilayah Zona Musim (ZOM)," tuturnya

Berikut daftar wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2020:

  • Aceh bagian utara, tengah dan selatan
  • Sumatera Utara bagian selatan
  • Riau bagian utara
  • Lampung bagian utara dan timur
  • Banten bagian selatan
  • Sebagian Jawa Barat
  • Jawa Tengah bagian tengah dan utara
  • DI Yogyakarata bagian timur
  • Sebagian Jawa Timur
  • Bali bagian selatan dan timur
  • Sebagian Nusa Tenggara Barat
  • Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Timur bagian timur dan selatan
  • Sebagian Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Barat bagian selatan
  • Sulawesi Tenggara bagian selatan
  • Maluku bagian barat dan selatan

Rekomendasi mitigasi

Berdasarkan perkembangan musim kemarau dan prospek curah hujan 6 bulan mendatang, BMKG menilai tidak ada ancaman potensi anomali iklim global yang signifikan.

Herizal mengatakan, para mitra kerja BMKG dan juga masyarakat umum secara luas hendaknya dapat memanfaatkan informasi iklim ini untuk kewaspadaan, ataupun untuk perencanaan jangka pendek.

"Untuk daerah yang masih mendapatkan curah hujan tinggi perlu mewaspadai potensi perkembangan nyamuk pembawa penyakit demam berdarah," tuturnya.

Baca juga: BMKG: 51,2 Persen Wilayah Indonesia Sudah Musim Kemarau Bulan Ini

"Serta, diprediksi dalam 2 hingga 4 bulan ke depan menerima hujang dengan intensitas rendah, perlu melakukan langkah mitigasi," tegas dia.

Berikut 3 langkah mitigasi yang disarankan oleh BMKG:

  • Budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air
  • Melakukan ggerakan hemat penggunaan air bersih
  • Mewaspadai kebakaran hutan, lahan dan semak


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X