Julang Jambul Hitam Dijuluki Petani Hutan, Kok Bisa?

Kompas.com - 26/06/2020, 18:32 WIB
Ilustrasi Burung Julang Jambul Hitam. Salah satu spesies burung julang Indonesia yang masuk dalam daftar satwa terancam punah. SHUTTERSTOCK/Henner DamkeIlustrasi Burung Julang Jambul Hitam. Salah satu spesies burung julang Indonesia yang masuk dalam daftar satwa terancam punah.


KOMPAS.com- Masuk dalam kategori satwa liar dilindungi, akhirnya empat Burung Julang Jambul Hitam dilepasliarkan ke alam bebas di Taman Nasional Kutai, Selasa (23/6/2020).

Kepala BKSDA Kalimantan Timur (Kaltim), Sunandar menjelaskan empat ekor Burung Julang Tambul Hitam yang dilepasliarkan tersebut merupakan tindaklanjut dari pengungkapkan kasus perdagangan satwa liar dilindungi di Samarinda.

Untuk diketahui, burung Julang Jambul Hitam ini masuk dalam kategori Endangered (EN) yaitu spesies yang mungkin terancam punah jika perdagangan terus berlanjut, menurut IUCIN dan APPendix II oleh CIIES.

Sementara, ditetapkan menjadi satwa yang dilindungi menurut PermenLHK No. 20 Tahun 2018.

Baca juga: Burung Julang, Satwa Endemik Sulawesi yang Populasinya Terus Berkurang

Terutama dilindungi oleh tim gabungann BKSDA Kaltim dan Balai PPHLK wilayah Kalimantan bersama Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Samarinda pada tanggal 9 Juni 2020.

Burung jenis ini menjadi laku dipasaran ilegal karena disebutkan memiliki keunikan tersendiri yang bernilai eksotik dan indah diantara peminat burung dan kolektor hewan langka.

Selain perburuan, ancaman lain Burung Julang Jambul Hitam adalah kerusakan hutan dan kebakaran.

Burung Julang Sumba merupakan burung endemik Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Burung ini hanya dijumpai di kawasan hutan Taman Nasional MataLawa Sumba. (Arsip-TN MataLawa Sumba)ARSIP TAMAN NASIONAL MATALAWA SUMBA Burung Julang Sumba merupakan burung endemik Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Burung ini hanya dijumpai di kawasan hutan Taman Nasional MataLawa Sumba. (Arsip-TN MataLawa Sumba)

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Burung Bantu Ikan Bermigrasi, Kok Bisa?

Dijuluki petani hutan

Burung Julang Jambul Hitam ini memiliki nama ilmiah Rhabdotorrhinus corrugats. Nama lainnya adalah Wrinkled hornbill.

Spesies burung ini juga dijuluki sebagai "petani hutan". Julukan ini diberikan karena sebagai pemakan buah-buahan dari pepohonan di hutan.

Burung ini memiliki sistem pencernaan yang unik, sebab biji buah yang dimakannya akan tetap utuh selama proses pencernaan dan saat dikeluarkan akan jatuh ke tanah hutan.

Ternyata, biji-biji yang dikeluarkan dan dijatuhkan ke tanah oleh Burung Julang Jambul Hitam ini, akan menjadi lebih cepat berkecambah dan tumbuh lebih baik.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X