Saling Memicu, Infeksi Virus Corona Diduga Bisa Sebabkan Diabetes

Kompas.com - 24/06/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi diabetes ThinkstockIlustrasi diabetes

KOMPAS.com - Adanya penyakit penyerta diabetes telah lama diketahui bisa menyebabkan gejala Covid-19 yang lebih parah.

Namun, rupanya hubungan ini berlaku dua arah. Sebuah artikel yang baru saja dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine mengungkapkan bahwa infeksi Covid-19 diduga bisa memicu munculnya diabetes pada orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

Tim peneliti yang terdiri dari 17 pakar internasional, termasuk dari China, Inggris dan Australia, menulis, ada hubungan dua arah antara Covid-19 dan diabetes.

"Pada satu sisi, diabetes diasosiasikan dengan meningkatnya risiko Covid-19 parah. Pada sisi lain, munculnya diabetes baru dan komplikasi metabolik yang lebih parah pada pasien yang telah menderita diabetes... telah diamati pada pasien Covid-19," tulis mereka.

Baca juga: Kenapa Pasien Asma, Diabetes, dan Jantung Rentan Terinfeksi Corona?

Temuan ini, tekan para tim peneliti, memang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Akan tetapi, hipotesisnya sudah cukup mengkhawatirkan.

Dilansir dari South China Morning Post, salah satu penulis artikel yakni Professor Francesco Rubino dari King's College London berkata bahwa penyakit yang parah memang diketahui bisa meningkatkan kadar gula darah melalui mekanisme terkait stres.

Oleh sebab itu, kasus diabetes baru yang diamati pada pasien Covid-19 mungkin sebetulnya sudah ada tetapi baru terungkap karena infeksi Covid-19.

Namun, ada kemungkinan lain, yaitu diabetes merupakan perubahan sementara yang muncul akibat infeksi Covid-19.

Pasalnya, virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 menyerang tubuh dengan mengikat pada reseptor ACE2. Reseptor ini terdapat pada berbagai organ, termasuk pankreas, kelenjar tiroid dan ginjal yang memengaruhi metabolisme glukosa.

Baca juga: Media Australia Sebut Indonesia Hotspot Baru Corona, Ini Tanggapan Ahli

Inilah yang membuat para dokter meyakini bahwa infeksi SARS-CoV-2 bisa memperburuk patofisiologi dari diabetes atau memicu mekanisme penyakit yang baru.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X