Disebut Efektif Obati Covid-19, WHO Minta Produksi Dexamethasone Ditambah

Kompas.com - 24/06/2020, 13:04 WIB
Ilustrasi dexamethasone ShutterstockIlustrasi dexamethasone

KOMPAS.com – Baru-baru ini, para peneliti dari University of Oxford melakukan penelitian terhadap para pasien Covid-19 di Inggris. Hasilnya, obat antiradang dexamethasone disebut efektif untuk mengobati pasien Covid-19 dalam kondisi kritis.

Dexamethasone adalah obat antiradang yang biasa digunakan untuk mengobati beberapa kondisi seperti arthritis, kelainan hormon/ darah/ imun, reaksi alergi, beberapa kondisi penyakit mata dan kulit, masalah pernapasan, dan beberapa jenis kanker.

Obat ini tersedia di hampir semua negara di dunia. Dexamethasone telah masuk dalam daftar WHO Model List of Essential Medicines sejak 1977 dalam berbagai formulasi.

Baca juga: Temuan Awal, Dexamethasone Terbukti Efektif Selamatkan Pasien Covid-19

World Health Organization (WHO) menyambut baik temuan awal penggunaan dexamethasone untuk mengobati pasien Covid-19 dalam kondisi kritis.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebelumnya mengatakan bahwa dexamethasone adalah obat pertama yang terbukti mengurangi angka mortalitas pada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen atau ventilator.

“WHO akan mengoordinasi meta-analisis untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap penemuan ini. Panduan klinis WHO juga akan diperbarui sebagai informasi kapan obat ini harus digunakan pada pasien Covid-19,” sebut situs WHO.

Tingkatkan produksi dexamethasone

Mengutip Science Alert, Rabu (24/6/2020), Ghebreyesus menyebutkan bahwa produksi dexamethasone bisa ditingkatkan lagi.

“Meski masih merupakan temuan awal, penelitian terbaru membuktikan dexamethasone memiliki potensi penyembuhan bagi pasien Covid-19 dalam kondisi kritis. Tantangan selanjutnya adalah untuk meningkatkan produksi dan distribusinya ke seluruh dunia, terfokus pada negara-negara yang membutuhkan,” tuturnya dalam konferensi pers virtual dari Jenewa, Swiss, seperti dikutip dari AFP.

Baca juga: Jangan Sembarangan Beli Dexamethasone, Efeknya Menurunkan Imunitas

Namun sekali lagi, Ghebreyesus menekankan bahwa dexamethasone hanya digunakan untuk pasien Covid-19 dalam kondisi kritis.

Kemampuan dexamethasone menyembuhkan pasien dalam kondisi kritis menjadi sebuah titik terang di tengah kasus Covid-19 yang kian meningkat.

“Hampir setiap hari kami menemukan rekor (jumlah kasus) yang suram,” tutur Tedros.

Baca juga: Badan POM: Dexamethasone Obat Keras, Tidak Dapat Digunakan untuk Mencegah Covid-19

Pada Minggu (21/6) lalu, WHO menerima laporan angka kasus 183.000 dalam satu hari. Ini adalah rekor jumlah pertambahan dalam satu hari secara global.

Beberapa negara bahkan memiliki angka mortalitas yang tinggi. Ghebreyesys menyebutkan episenter Covid-19 telah berpindah dari China ke Asia Timur, Eropa, dan Amerika.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X