Pengusiran Tenaga Medis, Pfizer dan Habitat Berikan Bantuan Tempat Singgah Sementara

Kompas.com - 23/06/2020, 08:03 WIB
Warga dengan kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan tenaga medis di wilayah Lampulo dan Kuta Alam mengikuti tes swab Covid-19 massal yang dipusatkan di Puskesmas Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (17/6/2020). Tes swab massal yang digelar gratis dan diikuti seratusan orang ini merupakan program Pemerintah Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala dalam upaya menekan penyebaran virus corona. KOMPAS.com/RAJA UMARWarga dengan kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan tenaga medis di wilayah Lampulo dan Kuta Alam mengikuti tes swab Covid-19 massal yang dipusatkan di Puskesmas Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (17/6/2020). Tes swab massal yang digelar gratis dan diikuti seratusan orang ini merupakan program Pemerintah Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala dalam upaya menekan penyebaran virus corona.


KOMPAS.com- Tenaga kesehatan (nakes) atau medis menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum berakhir.

Namun, seperti diketahui berbagai persoalan sosial pun dihadapi oleh tenaga medis di Indonesia.

Di antaranya seperti pengusiran, dikucilkan, tidak memiliki atau minimnya ruang mengisolasi diri hingga dijauhi oleh orang-orang bahkan tetangga di sekitarnya setelah pulang dari fasilitas kesehatan.

Seperti disampaikan oleh Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Susanto, beberapa personil tenaga medis bahkan dilaporkan terpaksa tidak bisa pulang dan ada yang ditolak saat kembali ke rumah sewa mereka.

Baca juga: UI Bikin Bilik Swab Test, Kurangi Risiko Tenaga Medis Terpapar Corona

"Kondisi memperihatinkan inilah yang mendorong Habitat membantu penyediaan tempat singgah sementera bagi pejuang medis di Indonesia," kata Susanto selaku kata Susanto selaku Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Kamis (18/6/2020).

Padahal, peran nakes menempati posisi kunci atau berperan penting dalam upaya memberikan layanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat yang membutuhkan dalam masa pandemi ini.

Warga di awasan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Ambon menggelar aksi demo menolak rencana tenaga medis yang datang ke lokasi itu untuk menggelar rapid tes terhadap satu keluarga di kawasan tersebut, Kamis (4/6/2020). Dalam aksi itu warga juga memblokade lorong menuju rumah keluarga yang akan dirapid testKOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Warga di awasan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Ambon menggelar aksi demo menolak rencana tenaga medis yang datang ke lokasi itu untuk menggelar rapid tes terhadap satu keluarga di kawasan tersebut, Kamis (4/6/2020). Dalam aksi itu warga juga memblokade lorong menuju rumah keluarga yang akan dirapid test

Baca juga: Selalu Gunakan APD, Ini Perawatan Kulit untuk Tenaga Medis

Melihat kondisi ini, Habibat for Humanity Indonesia didukung oleh Pfizer, AmChan Indonesia dan Pfizer Foundation berinsiatif untuk menyediakan bantuan akomodasi dan transportasi bagi tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta dan Surabaya.

Bantuan ini diberikan kepada lebih dari sekitar 200 nakes dari RS Persahatan dan RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta, serta RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Bantuan akomodasi dan transportasi di sejumlah lokasi penginapan terpilih ini akan diberikan dengan durasi mtinggal maksimum selama 30 hari melalui kegiatan yang bertajuk "Sheltering Those Who Care For Us".

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X