Kompas.com - 22/06/2020, 19:02 WIB
Ilustrasi planet seukuran Bumi yang belum lama ini ditemukan peneliti berada di bintang Proxima Centauri. SHUTTERSTOCK/Jurik PeterIlustrasi planet seukuran Bumi yang belum lama ini ditemukan peneliti berada di bintang Proxima Centauri.


KOMPAS.com - Eksplorasi alam semesta masih menjadi misi ambisius para ilmuwan untuk mencari kehidupan lain di luar Bumi, salah satunya menemukan planet berair.

Sejak beberapa tahun lalu, para ilmuwan mulai bertanya-tanya di antara lebih dari 4.000 exoplanet yang diketahui, mungkinkah ada yang serupa dengan bulan berair di sekitar Jupiter dan Saturnus.

Meski beberapa bulan di kedua planet ini diketahui tidak memiliki atmosfer dan tertutup lapisan es, namun mereka adalah target teratas Badan Antariksa Amerika (Nasa) untuk pencarian kehidupan di luar Bumi.

Enceladus yakni bulan Saturnus dan Europa Jupiter, seperti dilansir dari Science Daily, Senin (22/6/2020), diklasifasikan sebagai "dunia laut" adalah contoh yang baik untuk memulai misi ini.

Baca juga: Seperti Saturnus, Mungkinkah Dulu Planet Mars Punya Cincin?

"Segumpal air meletus dari Europa dan Enceladus, jNaadi kita dapat mengatakan bahwa benda langit ini memiliki lautan di bawah permukaan lapisan es dan memiliki kemampuan untuk menggerakkan gumpalan ini," kata Quick, ilmuwan planet dari Nasa, spesialis meneliti dunia vulkanisme dan lautan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Quick mengatakan dua hal itu menjadi persyaratan suatu tempat memiliki kehidupan. Sehingga dapat disimpulkan tempat-tempat ini dapat saja dihuni.

Quick dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard Nasa di Greenbelt, Maryland, secara hipotesis memutuskan untuk mengeksplorasi mungkinkah ada planet serupa Europa dan Enceladus di galaksi Bima Sakti.

Europa merupakan salah satu satelit terbesar Jupiter yang menjadi tujuan eksplorasi luar angkasa NASA.NASA/Reuters Europa merupakan salah satu satelit terbesar Jupiter yang menjadi tujuan eksplorasi luar angkasa NASA.

Baca juga: Kali Pertama dalam Sejarah, Astronom Deteksi Uap Air di Europa

Hipotesis lainnya, mungkinkah ada planet yang juga secara geologis cukup aktif untuk menembakkan gumpalan air melalui permukaan, sehingga dapat dideteksi oleh teleskop.

Melalui analisis matematis beberapa lusin exoplanet, termasuk planet dalam sistem TRAPPIST-1 terdekat yang serupa dengan sistem Tata Surya ini.

Quick dan timnya telah mempelajari sesuatu yang signifikan, yakni lebih dari seperempat dari exoplanet yang dipelajari bisa jadi berupa dunia laut.

"Dengan mayoritas kemungkinan menyimpan lautan di bawah lapisan permukaan es, mirip dengan Europa dan Enceladus," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X