Pemotongan Hewan Kurban, Waspada Potensi Penyakit Zoonosis dari Sapi dan Kambing

Kompas.com - 22/06/2020, 12:02 WIB
Seorang pedagang hewan kurban memberi makan kambing dagangannya di pasar terbuka di kota Jalalabad, Afghanistan, Kamis (8/8/2019). AFP / NOORULLAH SHIRZADASeorang pedagang hewan kurban memberi makan kambing dagangannya di pasar terbuka di kota Jalalabad, Afghanistan, Kamis (8/8/2019).

KOMPAS.com – Akhir Juli 2020, umat muslim di seluruh dunia kembali dipertemukan dengan Hari Raya Idul Adha. Tentu hari raya ini identik dengan hewan kurban, mulai dari pemotongan sampai pembagian dagingnya.

Mengingat banyaknya penyakit zoonosis yang berasal dari hewan, Anda perlu waspada dengan virus dan penyakit yang bisa diakibatkan oleh kontak langsung dengan hewan kurban.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), drh Muhammad Munawaroh, MM.

Zoonosis utamanya pada sapi dan kambing/ domba di Indonesia, dapat menularkan ke orang yang kontak langsung dengan hewan tersebut saat pemotongan,” tutur Munawaroh kepada Kompas.com, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Apa Itu Penyakit Zoonosis, Penyebab Rabies sampai Covid-19?

Perlu diingat, virus bermutasi dan bertambah jenisnya seiring waktu. Covid-19 yang tengah menjadi pandemi misalnya, diakibatkan oleh virus jenis baru yaitu SARS-CoV-2 yang menjadikan kelelawar sebagai inang. Oleh karena itu, kita juga wajib waspada dengan potensi penularan penyakit zoonosis dari hewan kurban.

Munawaroh memaparkan dua jenis penyakit zoonosis yang bisa ditularkan dari hewan kurban (sapi, kambing/ domba). Dua penyakit tersebut adalah antraks dan bruselois.

“Khusus pada kambing atau domba, orang ditularkan melalui kontak saat orang hidup. Tidak ditularkan melalui daging dan jeroan,” tuturnya.

Antraks

Antraks adalah penyakit zoonosis yang patut dicurigai, karena bersifat fatal dan bisa membuat manusia kehilangan nyawa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Bacillus anthracis.

Berikut ciri-ciri hewan kurban yang terinfeksi antraks:

- Demam mencapai 42 derajat Celcius
- Gigi gemerutuk
- Hewan terlihat gelisah
- Gusar karena depresi
- Terdapat luka pada lidah
- Sesak napas
- Terjadi pembengkakan pada leher, dada, dan perut
- Pinggang dan kelamin tampak menonjol ke luar
- Keluar darah berwarna kehitaman dan encer dari lubang-lubang tubuh hewan.

Penampakan tangan salah seorang warga yang terpapar penyakit antraks. Sebanyak 6 orang Desa Dainaa Kabupaten Gorontalo positif mengidap penyakit antraksKOMPAS.COM/DINKES PROV GTO Penampakan tangan salah seorang warga yang terpapar penyakit antraks. Sebanyak 6 orang Desa Dainaa Kabupaten Gorontalo positif mengidap penyakit antraks

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X