Studi Buktikan, Respons Antibodi OTG Lebih Lemah Terhadap Virus Corona

Kompas.com - 20/06/2020, 09:02 WIB
Pasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien reaktif hasil rapid test Covid-19 melakukan senam pagi bersama relawan dan tenaga medis di Rumah Singgah Karantina Covid-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Rumah Singgah Karantina Covid-19 ini merawat 33 pasien OTG Covid-19  dan 12 orang reaktif hasil rapid test. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien reaktif hasil rapid test Covid-19 melakukan senam pagi bersama relawan dan tenaga medis di Rumah Singgah Karantina Covid-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Rumah Singgah Karantina Covid-19 ini merawat 33 pasien OTG Covid-19 dan 12 orang reaktif hasil rapid test.

KOMPAS.com – Sekelompok peneliti asal China melakukan studi terhadap 37 pasien asimtomatik atau Orang Tanpa Gejala ( OTG) dan 37 pasien lainnya dengan gejala Covid-19 di Wanzhou District. Seluruh pasien tersebut diisolasi di Wanzhou People’s Hospital.

Rata-rata usia seluruh pasien asimtomatik yang diteliti adalah 41 tahun (rentang usia 8-75 tahun), 22 orang di antaranya wanita.

Penelitian tersebut membuktikan, rata-rata OTG memiliki tingkat kesembuhan yang relatif lebih lama dibanding pasien yang memperlihatkan gejala Covid-19.

Baca juga: Duduk Perkara Pernyataan Membingungkan WHO soal OTG Corona

Pasien dengan gejala Covid-19 rata-rata mengalami penyembuhan sekitar 14 hari, sementara OTG rata-rata mengalami penyembuhan sekitar 19 hari. Hal tersebut karena level IgG pada kelompok OTG tersebut rupanya lebih rendah dibandingkan orang dengan gejala Covid-19.

Pada kelompok OTG, sebanyak 93,3 persen dan 81 persen mengalami penurunan IgG dan penurunan level antibodi pada fase awal penyembuhan.

IgG (immunoglobulin G) adalah jenis antibodi yang paling banyak terdapat pada darah dan cairan tubuh lainnya. Antibodi ini bertugas untuk melindungi tubuh dari infeksi dengan cara mengingat bakteri atau virus yang sebelumnya pernah terpapar pada tubuh.

Baca juga: Studi Corona: OTG Masih Jadi Ancaman Penyebaran Covid-19, Kok Bisa?

Sementara itu, orang dengan gejala memiliki presentase yang lebih sedikit dalam penurunan level IgG yaitu 96,8 persen dan 62,2 persen.

“Sebagai tambahan, pasien asimtomatik memiliki level sitokin yang lebih rendah. Data ini menunjukkan pasien asimtomatik memiliki respon imun yang lebih rendah terhadap infeksi SARS-CoV-2,” tutur peneliti seperti dikutip dari jurnal Nature Medicine, Sabtu (20/6/2020).

Penurunan level IgG pada fase awal penyembuhan

Penelitian berlanjut sampai delapan minggu usai 37 pasien tersebut keluar dari rumah sakit. Hasilnya, level IgG pada kelompok pasien dengan gejala Covid-19 tetap lebih tinggi dibanding pasien asimtomatik.

Penemuan mengejutkan lainnya, level IgG pada 93,3 persen OTG dan 96,8 persen pasien dengan gejala Covid-19 berkurang pada fase awal penyembuhan.

Baca juga: Hampir 2 Juta Kasus, Apa Itu ODP, PDP, Suspek, OTG, dan Positif Corona

Rata-rata pengurangan level IgG pada pasien asimtomatik adalah 71,1 persen (sekitar 32,8 – 88,8 persen), sementara pasien dengan gejala Covid-19 memiliki rata-rata pengurangan sebesar 76,2 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa penurunan level antibodi terutama IgG dalam fase awal penyembuhan memiliki dampak terhadap daya tahan tubuh pada OTG.

Simpulan lainnya, baik pasien asimtomatik maupun dengan gejala Covid-19, sama-sama mengalami penurunan level IgG pada fase awal penyembuhan.


Sumber Nature
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X