Studi: Hormon Stres Pasien Covid-19 Tinggi, Risiko Kematian Makin Besar

Kompas.com - 19/06/2020, 16:31 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19. Hormon kortisol atau hormon stres yang dialami pasien Covid-19 dapat meningkatkan keparahan penyakit hingga risiko kematian. SHUTTERSTOCK/namtipStudioIlustrasi pasien Covid-19. Hormon kortisol atau hormon stres yang dialami pasien Covid-19 dapat meningkatkan keparahan penyakit hingga risiko kematian.


KOMPAS.com - Sebuah studi baru menemukan, pasien Covid-19 dengan kadar hormon kortisol yang sangat tinggi dalam darahnya cenderung lebih cepat memburuk dan meninggal dunia.

Ini berdasarkan penelitian yang dilakukan para peneliti di Imperial College London, di mana menunjukkan kadar kortisol jadi penanda keparahan penyakit seseorang.

Hormon kortisol disebut juga hormon stres, yang diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap stres, seperti penyakit.

Kortisol memicu perubahan metabolisme, fungsi jantung, dan sistem kekebalan tubuh untuk membantu tubuh mengatasi stres.

Baca juga: Pasien 01 dan 02 Covid-19 Belum Sehat, Bagaimana Stres Lemahkan Imunitas?

Kadar kortisol pada orang dalam kondisi sehat atau sedang istirahat adalah 100-200 nm/L, dan hampir nol ketika tidur.

Pada orang sakit, kadar kortisol yang rendah bisa mengancam jiwa. Tetapi tingkat kadar kortisol yang berlebihan juga sama berbahayanya pada pasien, efeknya peningkatan risiko infeksi dan hasil yang buruk.

Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19Shutterstock/Kobkit Chamchod Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19

Dalam keterangan resmi Imperial College London yang diterima Kompas.com, Jumat (19/6/2020), penelitian dilakukan tim pada 535 pasien dengan dugaan Covid-19 yang dirawat di tiga rumah sakit di London, yakni Charing Cross, Hammersmith, dan St Mary's.

Terdiri dari sebanyak 403 pasien telah terkonfirmasi positif Covid-19 dan 132 pasien non-Covid-19. Penelitian berlangsung dalam periode 9 Maret-22 April 2020.

Baca juga: Stres Selama Pandemi Covid-19, Harus Bagaimana?

Tes swab dan tes darah rutin, termasuk pengukuran awal kadar kortisol, dilakukan pada pasien setelah 48 jam masuk ke rumah sakit.

Hasil pengamatan menunjukkan, kadar kortisol pada pasien dengan Covid-19 jauh lebih tinggi daripada pasien non-Covid-19.

Tingkat kadar kortisol pada pasien kelompok Covid-19 rata-rata mencapai 3.241 nm/L. Ini jauh lebih tinggi dari umumnya yang terjadi pada seorang pasien setelah melakukan operasi besar yang mencapai 1.000 nm/L.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X