Sulitnya Mengembangkan Vaksin Covid-19, Ini 3 Tantangan Utamanya

Kompas.com - 18/06/2020, 19:30 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19

KOMPAS.com - Para ahli di seluruh dunia sedang berusaha menemukan vaksin untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir hingga saat ini.

Peneliti dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) yang juga Divisi Riset dan Pengembangan PT Bio Farma, Neni Nurainy, berkata bahwa pembuatan dan pengembangan vaksin memang menjadi yang paling ditunggu, hingga berhasil dipergunakan kepada manusia.

Akan tetapi, pengembangan vaksin untuk Covid-19 juga tidak luput dari tantangannya sendiri. Berikut penjelasannya:

1. Kecepatan

Neni berkata bahwa wabah virus corona lainnya, yakni SARS dan MERS, tidak berlangsung lama.

Baca juga: Strategi Bio Farma dalam Riset Pengembangan Vaksin Corona di Indonesia

Oleh karena itu, diperlukan percepatan waktu untuk menghasilkan vaksin ini hingga sampai tahap komersial. Caranya ada dua.

"Pertama, dengan rapid response platform yaitu dengan memilih platform teknologi yang cepat untuk bisa menghasilkan vaksin yang cepat," jelas dia.

Kedua, adanya relaksasi regulasi, misalnya adanya emergency use, assesment dan listing yang bisa dipergunakan dalam keadaan darurat.

2. Biaya cukup tinggi

Biaya yang cukup tinggi untuk pengembangan vaksin ini juga menjadi tantangan tersendiri. Sementara tidak ada garansi bahwa vaksin yang telah berhasil dibuat akan dipakai secara rutin, layaknya vaksinasi untuk berbagai penyakit lainnya.

Seperti yang terjadi pada pembuatan vaksin SARS dan MERS, kata Neni, pengembangannya sudah mencapai fase clinical trial 2 tetapi berhenti karena wabah SARS dan MERS juga berakhir.

Baca juga: Di Tengah Pandemi Corona, Ilmuwan Coba Kembangkan Vaksin Tahan Panas dan Dingin

Akibat hal itu, tidak banyak perusahaan multinasional yang tertarik untuk berinvestasi tinggi pada pengembangan vaksin pandemi.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awan Mirip Tsunami di Aceh, Benarkah Pertanda Bencana Alam?

Awan Mirip Tsunami di Aceh, Benarkah Pertanda Bencana Alam?

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Asal-muasal Kalsium pada Tulang dan Gigi Manusia

Peneliti Ungkap Asal-muasal Kalsium pada Tulang dan Gigi Manusia

Oh Begitu
Terinspirasi Covid-19, Spesies Jamur Parasit Baru Diberi Nama Karantina

Terinspirasi Covid-19, Spesies Jamur Parasit Baru Diberi Nama Karantina

Fenomena
Kasus Corona Meningkat, Bisakah Pembuatan Vaksin Dipercepat?

Kasus Corona Meningkat, Bisakah Pembuatan Vaksin Dipercepat?

Oh Begitu
Di Masa Depan Teknologi AI Ruang Angkasa Bermanfaat untuk Kemanusiaan, Kok Bisa?

Di Masa Depan Teknologi AI Ruang Angkasa Bermanfaat untuk Kemanusiaan, Kok Bisa?

Fenomena
Masa Inkubasi Virus Corona Bisa Lebih Lama, Studi Jelaskan

Masa Inkubasi Virus Corona Bisa Lebih Lama, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Bukan di Istana Merdeka, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dilakukan di Tempat Ini

Bukan di Istana Merdeka, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dilakukan di Tempat Ini

Oh Begitu
Mengapa Hanya 10 Persen Orang Kidal di Dunia? Berikut Penjelasannya

Mengapa Hanya 10 Persen Orang Kidal di Dunia? Berikut Penjelasannya

Oh Begitu
Penjelajah Mars Milik NASA Dilengkapi Alat Pengubah CO2 Menjadi Oksigen

Penjelajah Mars Milik NASA Dilengkapi Alat Pengubah CO2 Menjadi Oksigen

Oh Begitu
Mengapa Donasi Susu Formula Saat Pandemi Covid-19 Berbahaya?

Mengapa Donasi Susu Formula Saat Pandemi Covid-19 Berbahaya?

Kita
Berkat Setan Tasmania, Ada Titik Terang Pengobatan Kanker pada Manusia

Berkat Setan Tasmania, Ada Titik Terang Pengobatan Kanker pada Manusia

Oh Begitu
Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas di Antartika Ilmuwan Kurangi Personel

Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas di Antartika Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
komentar
Close Ads X