Kompas.com - 17/06/2020, 20:30 WIB
Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula-01 merupakan produk inovasi LIPI untuk membantu perawatan pasien Covid-19. LIPIGerlink LIPI High Flow Nasal Cannula-01 merupakan produk inovasi LIPI untuk membantu perawatan pasien Covid-19.

KOMPAS.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membuat produk yang berguna dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Inovasi tersebut berupa alat terapi oksigen beraliran tinggi, yang diberi nama Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula-01 (GLP HFNC-01).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono, menyatakan alat ini dimaksudkan membantu layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan alat yang dapat membantu menangani gangguan pernafasan pada pasien Covid-19.

"Alat yang juga dikenal sebagai High Flow Nasal Cannula (HFNC) adalah yang pertama berhasil lolos uji dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Kementerian Kesehatan,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: Antisipasi Covid-19, LIPI Kembangkan Suplemen Jambu Biji Merah

LIPI melakukan riset untuk inovasi ini sejak April 2020, yang kemudian berhasil menghasilkan produk nasal cannula atau alat bantu pernafasan untuk menyalurkan oksigen melalui selang yang bening transparan dan lentur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula-01 merupakan produk inovasi LIPI untuk membantu perawatan pasien Covid-19. LIPI Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula-01 merupakan produk inovasi LIPI untuk membantu perawatan pasien Covid-19.

Pengembangannya merupakan hasil kerja sama riset antara LIPI dan PT Gerlink Utama Mandiri dalam bentuk kolaborasi pengembangan produk dan pemasarannya.

Ketua Kelompok Penelitian Otomasi Industri Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Hendri Maja Saputra, menyatakan secara teknis sistem kerja alat ini adalah aliran tinggi menggunakan sistem tabung venturi yang berbasis pada penyempitan aliran masuk.

Baca juga: LIPI Uji Coba Obat Herbal ke 90 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

Menurutnya alat ini sangat berguna untuk pasien positif Covid-19, maupun yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), sebagai bantuan tahap awal jika pasien masih dalam kondisi dapat bernafas sendiri.

"Alat ini mencegah pasien tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasif,” kata Hendri.

Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula-01 merupakan produk inovasi LIPI untuk membantu perawatan pasien Covid-19. 
LIPI Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula-01 merupakan produk inovasi LIPI untuk membantu perawatan pasien Covid-19.

Kendati ditujukan untuk penanganan Covid-19, Hendri menyatakan, penggunaan alat ini juga dapat dilakukan pada pasien yang mempunyai diagnosa penyakit paru obstruktif kronik, Restrictive Thoracic Diseases (RTD), Obesity Hypoventilation Syndrome 5, deformitas dinding dada, penyakit neuromuskular, dan Decompensated Obstructive Sleep Apnea.

“Alat ini dapat diproduksi 100 unit per bulan yang dapat digunakan di fasilitas kesehatan ataupun digunakan langsung oleh masyarakat umum,” tutup Hendri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Oh Begitu
Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Fenomena
5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

Oh Begitu
Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Oh Begitu
Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Oh Begitu
Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Oh Begitu
Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Oh Begitu
Misteri Hilangnya Peradaban Kuno di China 4.000 Tahun Lalu Terungkap, Seperti Apa?

Misteri Hilangnya Peradaban Kuno di China 4.000 Tahun Lalu Terungkap, Seperti Apa?

Oh Begitu
Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.