Akhirnya, Toilet Baru Disiapkan untuk Stasiun Luar Angkasa

Kompas.com - 17/06/2020, 18:02 WIB
Astronot NASA Serena Auñón-Chancellor melakukan perawatan toilet stasiun luar angkasa spaceAstronot NASA Serena Auñón-Chancellor melakukan perawatan toilet stasiun luar angkasa

KOMPAS.com -  Bagi kita yang tinggal di Bumi, toilet bisa jadi barang sehari-hari yang tak punya posisi istimewa. Tapi beda cerita jika Anda tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS).

Berada di gravitasi nol serta ruang yang terbatas jadi tantangan saat ingin melakukan 'rutinitas' pagi. Toilet yang cukup nyaman setidaknya akan sangat membantu.

Seperti dikutip dari Space, Selasa (16/6/2020), toilet yang saat ini digunakan di ISS dirancang pada tahun 1990-an. Menurut ulasan terperinci tentang perlengkapan luar angkasa, punya beberapa kekurangan seperti membuat kikuk, terutama kru perempuan saat menggunakan toilet.

Jadi saat ISS menerima kabar akan menerima sistem toilet baru dan lebih baik, itu merupakan sebuah berita yang menggembirakan. Jika berjalan dengan baik, komponen tersebut akan diterima ISS pada akhir tahun ini.

Baca juga: Misi SpaceX, 2 Astronot NASA Sampai ISS dan Disambut Kosmonot Rusia

Toilet yang diberi nama Sistem Pengelolaan Sampah Universal (UWMS) ini akan memiliki bentuk yang disesuaikan untuk kenyamanan astronot. Seperti misalnya memangkas massa dan volume serta membuat beberapa perubahan desain, seperti menyesuaikan bentuk kursi dan mengganti peralatan yang berfungsi memampatkan limbah.

Tapi tak hanya itu, ternyata pengiriman toilet milik NASA tersebut ini punya maksud tersendiri.

Toilet dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teknologi ruang lavatorial saat ini dengan apa yang manusia butuhkan saat melakukan perjalanan panjang, seperti misalnya ke Mars, dengan nyaman.

Sehingga sebelum ekspedisi yang lebih jauh lagi, para ahli bermaksud mengujinya terlebih dahulu di orbit. Dalam jangka panjang, toilet baru dimaksudkan untuk mempersiapkan para ahli di masa depan dalam hal pengelolaan limbah.

Menurut Jim Broyan, wakil manajer program untuk Pengendalian Lingkungan dan Teknologi Pendukung Kehidupan dan Kesehatan Kru dan Kinerja di Johnson Space NASA, pengelolaan limbah penting dilakukan untuk mencegah adanya kontaminasi di luar angkasa dari limbah manusia yang penuh dengan mikroba.

Baca juga: ISS Akan Punya Hotel Kapsul untuk Turis Luar Angkasa

Sebab perjalanan luar angkasa jarak jauh akan menghasilkan banyak limbah. Perkiraan saat ini, dalam misi Mars nanti akan ada sekitar 270 kilogram limbah yang harus dikelola, sekitar 75 persen di antaranya adalah air.

"Tujuan kami di masa depan adalah untuk menstabilkan dan mengeringkan sisa metabolisme agar mikroba tidak aktif dan mungkin dapat digunakan kembali," papar Broyan.

Praktik standar pengelolaan limbah saat ini dilakukan dengan menambahkan arang peredam bau ke wadah tinja dan menyimpan kontainer tersebut. Untuk misi dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut tentu sukar dilakukan dan membutuhkan terlalu banyak tempat.


Sumber Space.com
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X