Polusi Udara di Jakarta Nomor Dua di Dunia, Ahli Ingatkan Perlunya Penanganan Segera

Kompas.com - 17/06/2020, 16:30 WIB
Ilustrasi polusi kendaraan, asap mobil SHUTTERSTOCK/ssuaphotosIlustrasi polusi kendaraan, asap mobil


KOMPAS.com - Polusi udara di Jakarta sempat menduduki peringkat kedua di dunia, saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Padahal, pembatasan sosial ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi potensi penyebaran virus corona baru yang saat ini mewabah dan menyebabkan penyakit Covid-19.

Sejumlah titik kemacetan di Jakarta mulai kembali terjadi, sejak penerapan new normal atau fase kenormalan baru berjalan.

Seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Senin (15/6/2020) lalu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada 410 titik rawan kemacetan di wilayah Jabodetabek.

Guna mengurai kemacetan tersebut, sebanyak 1.728 personel dikerahkan.

Baca juga: PSBB Transisi Jakarta Nomor Dua Penyumbang Polusi Udara Dunia, Kok Bisa?

Direktur Rujak.org Elisa Sutanudjaja mengatakan sejak awal bulan Juni ini, jumlah kendaraan bermotor di sejumlah ruas jalan di Jakarta sekitarnya mengalami kenaikan yang signifikan.

"Kenaikannya (kendaraan bermotor) signifikan sejak tanggal 4 (Juni)," ungkap Elisa saat dihubungi Kompas.com, Selasa (17/6/2020).

Data kendaraan bermotor ini diambil dari sekitar 2.000 CCTV di seluruh DKI Jakarta.

Grafis perbandingan mobilitas moda kendaraan bermotor DKI Jakarta per 24 Jam.DOKUMENTASI/Rujak Center for Urban Studies Grafis perbandingan mobilitas moda kendaraan bermotor DKI Jakarta per 24 Jam.

Baca juga: Benarkah New Normal Tingkatkan Polusi Udara Jakarta? Ini Kata BMKG

Kendati demikian, Elisa mengungkapkan data yang dihimpun Rujak.org dari Jakarta Smart City (JSC) ini tidak cukup.

Sebab, data dari JSC yang kemudian diinput Rujak Center for Urban Studies, mulai berhenti per 8 Juni 2020.

"Tetapi tren kenaikan jumlah kendaraan di DKI Jakarta memang cenderung naik terus," jelas Elisa.

Berdasarkan grafis data perbandingan mobilitas moda kendaraan bermotor DKI per 24 jam, sejak akhir Mei, tercatat jumlah kendaraan mengalami kenaikan tajam, terutama kendaraan bermotor roda empat seperti mobil.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.