Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seri Baru Jadi Ortu: Ini Tahapan Menghentikan ASI saat Bayi 2 Tahun

Kompas.com - 14/06/2020, 18:03 WIB
Sri Anindiati Nursastri

Penulis


KOMPAS.com – Banyak orangtua, terutama ibu, yang mendapati kendala saat menghentikan bayinya menyusu Air Susu Ibu (ASI) pada usia dua tahun.

Biasanya, bayi tidak bisa langsung berhenti menyusu ASI begitu saja. Oleh karena itu, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah, Pondok Indah, dr Rosary, Sp.A., menyebutkan momen ini harus dilakukan secara bertahap dan penuh cinta.

“Ketika Anda ingin menghentikan menyusu saat si kecil sudah berusia dua tahun, harus dilakukan bertahap dalam beberapa minggu atau bulan sesuai sinyal dari anak,” tutur Rosary kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2020).

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Kapan Bayi Berhenti Bangun Tengah Malam?

Rosary membeberkan beberapa tahapan orangtua untuk menghentikan bayi menyusu ASI:

- Menyusui saat anak meminta dan tidak menawarkan pada anak bila tidak diminta
- Mengubah kebiasaan rutin yang mengingatkan Anda dan si kecil akan menyusu. Misal, hindari bantal menyusu atau area di rumah tempat anak biasa menyusu. Lebih banyak aktivitas dilakukan untuk menghindari posisi menyusu
- Sediakan subtitusi dan distraksi. Misal saat ingin menyusu tawarkan camilan, jus, atau minuman lain sehingga si kecil tidak merasa haus atau lapar. Alihkan perhatiannya saat meminta menyusu, misalnya dengan menyanyi, membaca, dan bermain
- Memperpendek lama menyusu atau menunda saat menyusu. Misal, menyusu selesai atau dimulai saat selesai menyanyikan lagu tertentu, atau setelah menghitung sampai angka 20
- Kurangi frekuensi menyusu. Misal, menyusu hanya saat di rumah atau sebelum tidur malam
- Saat malam berikan pelukan, bacaan, dan musik untuk menggantikan menyusu.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Kenapa Bayi Sering Muntah?

Bila anak sudah dapat diberikan pengertian, maka berikan penjelasan padanya bahwa sudah waktunya ia berhenti menyusu.

“Sepakati hari atau tanggal tertentu sebagai waktu untuk berhenti menyusu. Bila perlu, berikan hadiah atau reward saat ia sudah berhasil berhenti menyusu,” tambah Rosary.

Bila payudara terasa bengkak, keluarkan ASI dari payudara sampai terasa tidak penuh lagi. Namun, jangan dikosongkan.

“Dengan begini, secara perlahan produksi ASI akan menurun,” ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com