Cegah Corona, Amankah Konsumsi Vitamin C 1.000 Miligram Setiap Hari?

Kompas.com - 11/06/2020, 11:00 WIB
ilustrasi mengonsumsi vitamin C di tempat kerja iSTOCK/RGSTUDIOilustrasi mengonsumsi vitamin C di tempat kerja

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat banyak orang berbondong-bondong membeli produk suplemen Vitamin C. Ini sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh guna mencegah penularan virus corona.

Tapi apakah tepat mengonsumsi suplemen vitamin C dengan dosis tinggi, misalnya 1.000 miligram tiap hari?

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Diana Felecia Suganda, M.Kes, Sp.GK menjelaskan, hal terpenting untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah konsumsi gizi seimbang.

Seporsi makanan terdiri dari makanan pokok, sayuran, buah, dan lauk-pauk. Sehingga kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral terpenuhi.

Baca juga: Hadapi New Normal, Terapkan Pola Makan Sehat untuk Tingkatkan Imunitas

"Jika sudah mencukupi itu komposisi makanannya, maka tidak perlu tambahkan suplemen," ungkap dia dalam webinar RSPI: Gizi Baik untuk Meningkatkan Imunitas, Rabu (10/6/2020).

Namun bila konsumsi gizi seimbang tersebut tidak bisa terpenuhi, barulah perlu mengonsumsi sumplemen vitamin C. Prinsipnya, tidak semua orang harus mendapatkan suplemen vitamin C, apalagi dengan dosis tinggi.

Kebutuhan vitamin C kita

Diana menyatakan, angka kebutuhan vitamin C setiap hari hanya 90 miligram bagi wanita dewasa dan 150 miligram bagi pria dewasa.

Setidaknya, paling banyak 200 miligram bagi perokok.

"Jadi kalau minum vitamin C yang 1.000 miligram, berarti kita meminum 10 kali lipat dari angka kecukupan gizi," katanya.

Ia menjelaskan, mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi setiap harinya tentu akan memberikan efek samping.

Di antaranya mengalami diare, mual muntah, nyeri ulu hati, sakit kepala, dan insomnia.

Oleh sebab itu, ia menyarankan, untuk masyarakat yang non-tenaga kesehatan cukup dengan mengonsumsi vitamin C dengan dosis 90-200 miligram setiap harinya.

Kebutuhan ini pun bisa dipenuhi melalui buah dan sayuran.

Ilustrasi buahShutterstock Ilustrasi buah

Di antaranya dari jambu biji yang mengandung vitamin C 126 miligram per buahnya, jeruk 69 miligram, dan tomat 28 gram.

Lalu pada satu cup mangga mengandung 45 miligram vitamin C, pepaya 88 miligram, dan kiwi 166 miligram.

Kemudian pada satu cup brokoli mengandung 80 miligram vitamin C, daun peterseli 79 miligram, dan kembang kol sebanyak 46 miligram.

Baca juga: Ilmuwan Ingatkan Jangan Jadikan Vitamin D Senjata Lawan Covid-19, Kenapa?

Diana menyatakan, asupan vitamin C bagi tenaga kesehatan tentu hal yang berbeda, yakni bisa mencapai 500-1.000 miligram per hari.

Namun Diana menekankan, kebutuhan vitamin C untuk tenaga kesehatan itu tak seluruhnya didapat dari suplemen.

Ia beruajr, tenaga kesehatan tetap mendapat asupan vitamin C dari buah dan sayur setiap harinya. Namun terkadang diselingi dengan mengonsumsi suplemen vitamin C dengan dosis 500 miligram.

"Jadi tidak setiap hari (konsumsi suplemen vitamin C), kami selang-seling," katanya.

Oleh sebab itu, Diana menekankan, masyarakat tidak perlu membeli suplemen vitamin C secara berlebihan, sebab kebutuhan vitamin C dapat ditemui dengan mudah pada buah dan sayur.

"Makanan utamanya dulu dipenuhi, asupannya yang bagus, baru kalau memang kurang, tambahkan suplementasi," ungkapnya


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X