Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/06/2020, 19:32 WIB

KOMPAS.com - Walaupun pandemi corona masih berlangsung, Kementerian Perhubungan memutuskan untuk menghapus aturan batasan jumlah penumpang sebesar 50 persen dari total kapasitas angkut.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengungkapkan bahwa tergantung dari jenis armadanya, pesawat kini bisa mengangkut penumpang antara 70-100 persen dari kapasitas angkutnya.

Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran akan risiko penyebaran virus corona di pesawat. Pasalnya, sulit untuk menjaga jarak satu sama lain di dalam pesawat yang terisi penuh dan virus juga bisa menempel pada permukaan benda-benda di dalam pesawat dan berpindah ke penumpang.

Dipaparkan dalam artikel Kompas.com Sains sebelumnya, memilih tempat duduk di samping jendela adalah cara yang cukup baik dalam mencegah interaksi dan transmisi virus SARS-CoV-2.

Baca juga: Penelitian Beberkan Cara Virus Corona Menyebar dalam Pesawat

Di samping itu, berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi risiko penularan virus corona dalam pesawat:

Jika ada yang batuk dan bersin

Dilansir dari NPR, 15 Mei 2020; Dr. Henry Wu selaku profesor kedokteran penyakit menular dan direktur TravelWell Center dari Emory University berkata bahwa sirkulasi udara dalam pesawat biasanya sangat baik.

Pesawat yang menggunakan sistem filtrasi high-efficiency particulate air (HEPA), misalnya, mampu membersihkan 99,97 persen partikel berukuran 0,3 mikron di udara.

Akan tetapi, filter dalam pesawat tetap tidak bisa melindungi dari droplet bersin dan batuk yang mendarat langsung di tubuh Anda.

"Kekhawatiran saya adalah barisan saya sendiri dan dua baris di depan dan belakang. Itu kira-kira radius enam kaki (1,8 meter)," kata Wu.

Dia melanjutkan, meskipun udaranya bersirkulasi dengan baik dan difilter, jika ada yang batuk atau bersin dalam jarak itu, maka itu akan meningkatkan risiko paparan atau kontaminasi area di sekitar Anda.

Baca juga: New Normal, Bagaimana Menjaga Kabin Pesawat Bersih dari Covid-19?

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber NPR
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+