BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Kompas.com - 09/06/2020, 13:01 WIB
Warga berdiri di pinggiran pantai Ampenan saat terjadi gelombang tinggi di sepanjang pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (27/5/2020). Menurut keterangan sejumlah nelayan di daerah tersebut gelombang tinggi terjadi sejak  26 Mei 2020 (pukul 03.00 Wita) yang mengakibatkan banjir rob dan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang gelombang di Lingkungan Pondok Perasi dan Kampung Bugis.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww. AHMAD SUBAIDIWarga berdiri di pinggiran pantai Ampenan saat terjadi gelombang tinggi di sepanjang pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (27/5/2020). Menurut keterangan sejumlah nelayan di daerah tersebut gelombang tinggi terjadi sejak 26 Mei 2020 (pukul 03.00 Wita) yang mengakibatkan banjir rob dan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang gelombang di Lingkungan Pondok Perasi dan Kampung Bugis.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga mencapai empat meter di sejumlah wilayah perairan di Indonesia.

Prakirawan BMKG Fadhly Ilhami SKel menyebutkan peringatan dini potensi gelombang tinggi tersebut berlaku hari ini (9/6/2020) hingga Rabu (10/6/2020) pukul 19.00 WIB.

Terpantau adanya pusat tekanan rendah 1008 hPa di Samudera Pasifik timur Filipina dan sirkulasi udara juga terpantau di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai.

Sehingga, terdapat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara ke Barat Daya dengan kecepatan 5-25 knot.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem hingga 3 Hari Mendatang, Ini Daftar Wilayahnya

Sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur hingga Selatan kecepatannya 5-30 knot.

Fadly berkata kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Halmahera, Perairan Pulau Buru, Perairan Pulau Seram, Laut Seram, Laut Banda, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso dan Perairan Merauke.

Dari berbagai kondisi pemicu tersebut, berikut daftar wilayah yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, 9-10 Juni 2020.

Tinggi gelombang 1.25 hingga 2.50 meter:

  • Selat Malaka bagian Tengah
  • Perairan barat Aceh
  • Perairan Bengkulu hingga barat Lampung
  • Selat Sunda bagian Barat dan Selatan
  • Perairan selatan Bali hingga Sumbawa
  • Selat Bali hingga Lombok dan Alas bagian Selatan
  • Selat Sumba
  • Selat Sape bagian Selatan
  • Perairan Pulau Sawu hingga Kupang dan Pulau Rotte
  • Laut Sawu
  • Perairan selatan Flores
  • Selat Ombai
  • Perairan selatan Kepulauan Anambas
  • Laut Natuna
  • Selat Karimata
  • Laut Jawa
  • Perairan Selatan Kalimantan
  • Perairan Kotabaru
  • Selat Makassar bagian Tengah dan Selatan
  • Perairan Kepulauan Sabalan hingga Kepulauan Selayar
  • Laut Flores bagian Timur
  • Perairan Manui hingga Kendari
  • Perairan selatan Kepulauan Banggai
  • Perairan Kepulauan Wakatobi
  • Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud
  • Perairan Bitung hingga Likupang
  • Perairan Kepulauan Sitaro
  • Laut Maluku
  • Perairan Halmahera
  • Laut Seram bagian Timur
  • Perairan Sorong
  • Perairan utara Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru
  • Perairan Fak-fak hingga Kaimana
  • Perairan Amamapere hingga Agats
  • Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Biak

Tinggi gelombang 2.5 hingga 4.0 meter:

  • Perairan utara Sabang
  • Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai
  • Samudera Hindia barat Sumatera
  • Perairan selatan Banten hingga Jawa Timur
  • Perairan selatan Pulau Sumba
  • Samudera Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur
  • Perairan selatan Kepulauan Sula
  • Laut Seram bagian Barat
  • Perairan Pulau Buru hingga Pulau Seram
  • Laut Banda
  • Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar
  • Perairan selatan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru
  • Laut Arafuru

Waspada risiko nelayan

Terhadap potensi gelombang tinggi ini, masyarakat di sekitar pesisir dan yang akan beraktivitas di perairan dihimbau untuk tetap selalu waspada dan berhati-hati.

"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," ujar dia.

Berikut kondisi yang memerlukan waspada tinggi gelombang:

1. Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter)

2. Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter)

3. Kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter)

4. Kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter)


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spesies Dinosaurus Baru, Pemburu Fosil Inggris Temukan Tulang Sepupu T.rex

Spesies Dinosaurus Baru, Pemburu Fosil Inggris Temukan Tulang Sepupu T.rex

Fenomena
Inilah Masker Terbaik dan Terburuk Cegah Corona, dari N95 sampai Buff

Inilah Masker Terbaik dan Terburuk Cegah Corona, dari N95 sampai Buff

Kita
Soal Vaksin Corona Rusia, WHO Akan Lakukan Pra-kualifikasi Vaksin

Soal Vaksin Corona Rusia, WHO Akan Lakukan Pra-kualifikasi Vaksin

Oh Begitu
Studi: 800 Orang Meninggal karena Hoaks dan Teori Konspirasi Corona

Studi: 800 Orang Meninggal karena Hoaks dan Teori Konspirasi Corona

Fenomena
Hasil Penyelidikan Radiasi Nuklir di Serpong Ungkap Efek Buruk Paparannya

Hasil Penyelidikan Radiasi Nuklir di Serpong Ungkap Efek Buruk Paparannya

Oh Begitu
Erupsi 3 Kali, Akankah Letusan Besar Gunung Sinabung Terjadi Dalam Waktu Dekat?

Erupsi 3 Kali, Akankah Letusan Besar Gunung Sinabung Terjadi Dalam Waktu Dekat?

Oh Begitu
Ahli Ungkap Vaksinasi Beri Risiko Lebih Rendah terhadap Covid-19

Ahli Ungkap Vaksinasi Beri Risiko Lebih Rendah terhadap Covid-19

Oh Begitu
Kenapa Tubuh Kebal terhadap Beberapa Penyakit, tapi Tidak yang Lain?

Kenapa Tubuh Kebal terhadap Beberapa Penyakit, tapi Tidak yang Lain?

Kita
6 Fakta Kualitas Udara Buruk Jakarta dan 3 Rekomendasi bagi Kita

6 Fakta Kualitas Udara Buruk Jakarta dan 3 Rekomendasi bagi Kita

Kita
Vaksin Corona Rusia Belum Selesai Uji Fase 3, Hasil Uji Coba Minim Data

Vaksin Corona Rusia Belum Selesai Uji Fase 3, Hasil Uji Coba Minim Data

Fenomena
Bantu Lawan Corona, GSI Lab Bisa Lakukan 5.000 Tes PCR Per Hari

Bantu Lawan Corona, GSI Lab Bisa Lakukan 5.000 Tes PCR Per Hari

Fenomena
Kualitas Udara di Jakarta Masih Buruk, Waspada 2 Dampaknya bagi Kita

Kualitas Udara di Jakarta Masih Buruk, Waspada 2 Dampaknya bagi Kita

Kita
Arkeolog Temukan Situs 'Lingkaran Kayu' Berusia 4.500 Tahun di Portugal

Arkeolog Temukan Situs "Lingkaran Kayu" Berusia 4.500 Tahun di Portugal

Fenomena
Gunung Sinabung Meletus Lagi, Ini 3 Rekomendasi untuk Warga Sekitar

Gunung Sinabung Meletus Lagi, Ini 3 Rekomendasi untuk Warga Sekitar

Fenomena
Tak Hanya Kelelawar, Potensi Penyebaran Virus Corona juga Ada pada Tikus

Tak Hanya Kelelawar, Potensi Penyebaran Virus Corona juga Ada pada Tikus

Fenomena
komentar
Close Ads X