3 Faktor Pemicu Pandemi Corona dan Penyakit Zoonosis, hingga Penanganannya

Kompas.com - 09/06/2020, 12:00 WIB
Petugas medis mengambil sampel petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat tes swab di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (27/4/2020). PT KCI bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Dishub dan Labkesda Provinsi Jawa Barat serta Dinkes Kota Bogor melakukan tes swab untuk 350 warga yang terdiri dari petugas PT KCI dan penumpang KRL Commuter Line yang dilakukan secara massal dan random dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan tenggorokan sebagai salah satu metode untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di moda transportasi KRL Commuter Line. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHPetugas medis mengambil sampel petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat tes swab di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (27/4/2020). PT KCI bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Dishub dan Labkesda Provinsi Jawa Barat serta Dinkes Kota Bogor melakukan tes swab untuk 350 warga yang terdiri dari petugas PT KCI dan penumpang KRL Commuter Line yang dilakukan secara massal dan random dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan tenggorokan sebagai salah satu metode untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di moda transportasi KRL Commuter Line. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.

KOMPAS.com - Ahli berpendapat momentum Covid-19 seharusnya bisa dijadikan titik balik untuk mengatasi masalah, tidak hanya dari satu titik persoalan yaitu manusia saja.

Disampaikan oleh Wakil Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Dr Herawati Aru Sudoyo, menangani kasus Covid-19 ini sama halnya kita harus menangani kasus penyakit lainnya yang juga banyak berasal dari zoonosis (penularan dari hewan ke manusia).

Hera mengungkapkan, sebagian besar penyakit pada manusia merupakan ikatan tiga faktor yaitu inang sebagai host (manusia), patogen, dan lingkungan.

"Tidak mungkin ketiga ini dilepaskan," kata Hera dalam diskusi daring bertajuk Etnografi dan Pandemi: Covid-19 dalam Narasi Antropologi Kesehatan, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Cegah Corona, Jaga Jarak dari Covid-19 Kenapa Tiap Negara Berbeda?

Keterkaitan atau keterikatan ketiga faktor inilah yang membuat penyakit pada manusia muncul, yang juga dipicu dari dua kondisi.

Dua kondisi pemicu penyakit

Faktor pertama, adanya kondisi socio culture driver (situasi tempat atau lingkungan sosial). Faktor kedua, kondisi ecological drivers (pengaruh ekologi).

1. Pengaruh lingkungan sosial

Hera menjelaskan, pengaruh socio culture driver atau pengaruh lingkungan sosial itu adalah situasi lingkungan setempat yang memungkinkan adanya interaksi intens.

Interaksi atau kontak intens ini adalah antara satwa liar dan manusia.

Interaksi ini menjadi berbahaya karena meningkatkan risiko tinggi munculnya penyakit baru, atau infeksi penyakit dari hewan ke manusia yang umumnya sangat mempengaruhi keberlangsungan umat manusia itu sendiri.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X