Tersembunyi Ribuan Tahun, Monumen Suku Maya Terbesar dan Tertua Ditemukan

Kompas.com - 06/06/2020, 12:03 WIB
Aguada Fenix yang memiliki panjang 1.423 meter dan berusia 1.000 SM menjadi situs terbesar dan tertua peninggalan peradaban suku Maya. Takeshi InomataAguada Fenix yang memiliki panjang 1.423 meter dan berusia 1.000 SM menjadi situs terbesar dan tertua peninggalan peradaban suku Maya.

KOMPAS.com - Arkeolog menemukan monumen tertua dan terbesar peninggalan peradaban suku Maya di negara bagian Tabasco, Meksiko. Situs ini diperkirakan dibangun sekitar 1.000-800 Sebelum Masehi (SM).

Melansir Science Alert, Jumat (5/6/2020), situs ini bernama Aguada Fenix yang memiliki panjang hampir satu mil (1,6 kilometer). Bangunan tersebut sangat luas untuk usianya, menunjukkan kemampuan arsitektur suku Maya yang misterius.

Sebelum Aguada Fenix ditemukan, situs Seibal dianggap sebagai pusat upacara tertua dari suku Maya yang diperkirakan dibangun pada tahun 950 SM.

Aguada Fenix ditemukan dengan teknologi teknologi peraba jarak jauh optik atau Light Detection and Ranging (LIDAR) karena berada di bawah permukaan tanah. Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Baca juga: Arkeolog Temukan Mumi Remaja di Luxor, Terkubur dengan Perhiasan Mewah

Situs ini memiliki panjang 1.413 meter yang terbentang dari utara ke selatan, dan lebar 399 meter dari timur ke barat, dan tinggi hingga 15 meter diatas permukaan daerah sekitarnya.

Menariknya, keberadaan situs besar yang telah tersembunyi selama berabad-abad ini sebenarnya sangat dekat dengan penduduk Meksiko yang tinggal di sekitarnya, namun tidak dikenali.

"Wilayah ini bukan hutan rimba, ada orang yang tinggal di sana. Tapi situs ini tidak dikenal karena sangat datar dan besar. Itu hanya terlihat seperti pemandangan alam biasa," tulis arkeolog Universitas Arizona Takeshi Inomata dalam makalahnya.

 

Aguada Fenix yang memiliki panjang 1.413 meter dan berusia 1.000 SM menjadi situs terbesar dan tertua peninggalan peradaban suku Maya. Takeshi Inomata Aguada Fenix yang memiliki panjang 1.413 meter dan berusia 1.000 SM menjadi situs terbesar dan tertua peninggalan peradaban suku Maya.

Aguada Fenix memiliki beberapa kesamaan dengan situs Olmec San Lorenzo dan La Venta yang berada di Veracruz, negara bagian yang berbatasan dengan Tabasco.

Meski begitu, kurangnya patung berbentuk manusia pada Aguada Fenix memberikan petunjuk bahwa suku Maya Kuno yang mendiami kompleks ini, membedakannya dari Olmec.

"Tidak seperti Olmec, Aguada Fenix tidak menunjukkan indikator ketimpangan sosial yang nyata. Seperti patung-patung yang mewakili individu berkedudukan tinggi. Satu-satunya patung batu yang ditemukan di Aguada Fenix berbentuk hewan,” jelas peneliti.

Baca juga: Perubahan Iklim Ancam Situs Buddha Bamiyan di Afghanistan, Kenapa?

Penemuan situs ini sangat penting untuk memahami lebih banyak mengenai bagaimana peradaban suku Maya berjalan dan mengorganisir diri mereka sendiri. Terutama jika mereka menerapkan sistem komunal pada struktur masyarakat dan menolak bentuk hierarki.

"Pemahaman seperti ini memberi implikasi penting tentang kemampuan dan potensi kelompok manusia," kata Inomata.

“Mungkin ada masyarakat yang tidak perlu pemerintahan yang terorganisir dengan baik untuk melakukan proyek-proyek besar. Sebab orang-orang dapat saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang luar biasa,” tutupnya.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X