Reaktif Rapid Test Covid-19 Pengungsi Kebakaran Tanjung Priok Diam, Ahli Jelaskan Risikonya

Kompas.com - 05/06/2020, 08:02 WIB
Ilustrasi rapid test Covid-19. SHUTTERSTOCKIlustrasi rapid test Covid-19.


KOMPAS.com - Kebakaran di sebuah gang sempit di Tanjung Priok pada Selasa (2/6/2020) malam tak hanya membuat warga panik kehilangan rumah.

Di pengungsian, salah satu warga mengaku belum lama ini melakukan rapid test Covid-19, seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

Saat petugas Puskesmas Tanjung Priok memeriksa kesehatan warga, seorang wanita mengaku dinyatakan reaktif rapid test Covid-19.

Ia mengatakan, dulu sempat bekerja dengan seorang warga India. Majikannya lamanya itu kemudian menyuruh dia untuk melakukan rapid test Covid-19 di Rumah Sakit Hermina.

Baca juga: Psikolog Jelaskan Diamnya Warga Reaktif Rapid Test di Pengungsian

Hasilnya, wanita yang berusia 45 tahun itu reaktif dan pihak rumah sakit telah merekomendasikannya untuk melapor ke puskesmas di tempatnya tinggal.

Namun, ternyata hal itu tidak dilakukan wanita tersebut, hingga dia dan keluarganya harus tinggal di pengungsian pascakebakaran.

Menanggapi hal ini, Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH mengatakan upaya untuk mengisolasi orang tersebut beserta keluarganya adalah langkah yang tepat.

Ilustrasi tes corona. KOMPAS.COM/JUNAEDI Ilustrasi tes corona.

Baca juga: Ada di Indonesia, Cara Rapid Test Corona dengan Drive Thru

" Reaktif belum tentu infeksius (positif virus corona)," kata Dr Panji saat dihubungi Kompas.com.

Dr Panji mengatakan kemungkinan besar rapid test yang dijalani wanita tersebut adalah untuk memeriksa antibodi. Sebab, antibodi itu dapat terdeteksi sekitar seminggu setelah infeksi.

"Bahkan, sebenarnya bisa cukup lama, bisa satu sampai dua bulan," ujarnya.

Lebih lanjut dr Panji menjelaskan jika wanita tersebut dinyatakan reaktif dengan asumsi alat tes tersebut akurat, maka ada dua kemungkinan.

"Dia bisa saja masih sakit, artinya virus masih ada di tubuhnya, tetapi infeksinya sudah cukup lama. Atau dia sudah tidak sakit, sudah tidak ada virus, hanya dia sudah pernah terinfeksi virus dalam waktu satu sampai dua bulan," jelas dr Panji.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabar Baik, Kandidat Vaksin Corona Moderna Aman Diujikan pada Manusia

Kabar Baik, Kandidat Vaksin Corona Moderna Aman Diujikan pada Manusia

Fenomena
9 Kota Indonesia Tak Bisa Saksikan Matahari di Atas Ka'bah, Ini Daftarnya

9 Kota Indonesia Tak Bisa Saksikan Matahari di Atas Ka'bah, Ini Daftarnya

Fenomena
WMO Prediksikan Suhu Udara Naik 1,5 Derajat Celsius Selama 5 Tahun Mendatang

WMO Prediksikan Suhu Udara Naik 1,5 Derajat Celsius Selama 5 Tahun Mendatang

Fenomena
Kandidat Vaksin Corona Buatan Ilmuwan Queensland Diuji Coba ke Manusia

Kandidat Vaksin Corona Buatan Ilmuwan Queensland Diuji Coba ke Manusia

Oh Begitu
Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Waktunya Cek Arah Kiblat agar Akurat

Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Waktunya Cek Arah Kiblat agar Akurat

Fenomena
Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Oh Begitu
Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Kenapa Terjadi 2 Kali dalam Setahun?

Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Kenapa Terjadi 2 Kali dalam Setahun?

Fenomena
Gempa Hari Ini : M 5,8 Guncang Laut Flores, Terasa Hingga Denpasar

Gempa Hari Ini : M 5,8 Guncang Laut Flores, Terasa Hingga Denpasar

Fenomena
WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Penanganan Covid-19, Ini Dampaknya

WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Penanganan Covid-19, Ini Dampaknya

Oh Begitu
Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Oh Begitu
Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
komentar
Close Ads X