Kompas.com - 03/06/2020, 17:34 WIB
Ilustrasi PIXABAY/MonikaPIlustrasi

Tahap kedua terjadi ketika tanaman berhasil menyerap nutrisi dari mangsa. Ini membuat daun dan akar tradisional pada tanaman menjadi tidak diperlukan dan gen-gen yang membentuknya perlahan-lahan menghilang.

Pada tahap ketiga atau yang terakhir, terjadi perubahan evolusioner yang spesifik pada tanaman terhadap lingkungannya.

Gen untuk akar, miaslnya, difokuskan untuk menciptakan enzim pencerna dan penyerap nutrisi dari mangsa. Lalu, gen untuk kelenjar yang menghasilkan sari untuk menarik serangga penyerbuk juga berganti tugas menjadi produsen zat penarik mangas.

Tim peneliti pun menulis bahwa melalui proses tiga tahap inilah, tanaman yang tadinya non-karnivora berevolusi menjadi tanaman-tanaman pemburu paling andal di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X