Boneka Dinosaurus Ikut Perjalanan NASA ke ISS, untuk Apa?

Kompas.com - 03/06/2020, 12:43 WIB
Boneka dinosaurus sparkly berwarna biru ikut dalam misi SpaceX-NASA ke stasiun luar angkasa (ISS). Boneka ini berperan penting dalam misi ini, bukan sekadar hiasan. Tangkapan layar NASA TVBoneka dinosaurus sparkly berwarna biru ikut dalam misi SpaceX-NASA ke stasiun luar angkasa (ISS). Boneka ini berperan penting dalam misi ini, bukan sekadar hiasan.

KOMPAS.com - Robert (Bob) Behnken dan Douglas (Doug) Hurley adalah dua astronot NASA yang pertama meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Kedua menuju orbit dengan menggunakan menggunakan roket Falcon 9, milik perusahaan SpaceX.

Ini merupakan peluncuran bersejarah. Di mana untuk pertama kalinya manusia menuju luar angkasa dibantu perusahaan swasta dan merupakan misi luar angkasa berawak NASA dalam 9 tahun terakhir.

Selain perjalanannya yang menarik, astronot yang dikenal dengan nama Bob dan Doug juga ditemani boneka dinosaurus yang gemerlap.

Boneka dinosaurus sparkly berwarna biru itu tentu menjadi perhatian banyak orang. Tak jarang yang penasaran kenapa boneka itu ikut dibawa ke ISS.

Jika Anda berpikir, boneka dino itu hanya hiasan semata, Anda salah.

Baca juga: Misi SpaceX, 2 Astronot NASA Sampai ISS dan Disambut Kosmonot Rusia

Boneka dinosaurus yang mungkin berukuran 30 sentimeteran ini memiliki peran penting dalam peluncuran misi SpaceX-NASA, terlebih dalam pemantauan timeline take-off.

Seperti diberitakan sebelumnya, SpaceX yang membawa Bob dan Doug meluncur ke luar angkasa pada Sabtu (30/5/2020). Mereka menebas 402 kilometer di atas Bumi dengan waktu tempuh 19 jam.

Dilansir IFL Science, Senin (1/6/2020), memang ada tradisi membawa boneka yang diberi nama "indikator nol (0) gravitasi" ketika meluncurkan awak ke luar angkasa.

Boneka ini berguna. Ketika mainan mulai melayang, ini memberi tahu para astronot bahwa roket berhasil memasuki mikrogravitasi (microgravity).

Ini tidak berarti bahwa roket telah keluar dari tarikan gravitasi Bumi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjebak di Fosil Damar 99 Juta Tahun, Warna Serangga Purba Ini Masih Awet

Terjebak di Fosil Damar 99 Juta Tahun, Warna Serangga Purba Ini Masih Awet

Fenomena
Povidone-Iodine Bunuh SARS-CoV-2, Bagaimana Mekanismenya Cegah Covid-19?

Povidone-Iodine Bunuh SARS-CoV-2, Bagaimana Mekanismenya Cegah Covid-19?

Oh Begitu
Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Fenomena
Petir Tewaskan 147 Orang di India, Bisakah Terjadi di Indonesia?

Petir Tewaskan 147 Orang di India, Bisakah Terjadi di Indonesia?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Amfibi Pertama yang Memiliki Bisa seperti Ular

Ilmuwan Temukan Amfibi Pertama yang Memiliki Bisa seperti Ular

Oh Begitu
Banjir Jepang Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Corona

Banjir Jepang Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Corona

Fenomena
Virus Corona Menyebar di Udara, Partikel Aerosol Covid-19 seperti Asap Rokok

Virus Corona Menyebar di Udara, Partikel Aerosol Covid-19 seperti Asap Rokok

Oh Begitu
Gempa Rangkasbitung, Kenapa Guncangannya Terasa Kuat di Jakarta?

Gempa Rangkasbitung, Kenapa Guncangannya Terasa Kuat di Jakarta?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Pantai Barat Sumatera, Terasa di Nias

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Pantai Barat Sumatera, Terasa di Nias

Fenomena
WHO Akui Adanya Bukti Penyebaran Virus Corona Covid-19 Lewat Udara

WHO Akui Adanya Bukti Penyebaran Virus Corona Covid-19 Lewat Udara

Fenomena
Bukti Baru Efek Pemanasan Global, Alga Tumbuh Masif di Ekosistem Danau

Bukti Baru Efek Pemanasan Global, Alga Tumbuh Masif di Ekosistem Danau

Oh Begitu
Virus Corona: Ilmuwan Ingatkan Lagi, Jangan Keluar Rumah Tanpa Penutup Wajah

Virus Corona: Ilmuwan Ingatkan Lagi, Jangan Keluar Rumah Tanpa Penutup Wajah

Oh Begitu
Belajar dari India, Kenali 6 Indikasi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Belajar dari India, Kenali 6 Indikasi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Oh Begitu
UN Peringatkan Risiko Meningkatnya Wabah Penyakit dari Hewan Liar

UN Peringatkan Risiko Meningkatnya Wabah Penyakit dari Hewan Liar

Oh Begitu
WHO Pastikan Wabah Pes di China Tidak Berisiko Tinggi, Ini Alasannya

WHO Pastikan Wabah Pes di China Tidak Berisiko Tinggi, Ini Alasannya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X