Pembalakan Hutan Meningkat di 2019, Ketiga Terbesar dalam Seabad

Kompas.com - 03/06/2020, 11:20 WIB
Bekas pembalakan hutan lindung Sendiki di Kabupaten Malang, Minggu (19/1/2020) KOMPAS.COM/ANDI HARTIKBekas pembalakan hutan lindung Sendiki di Kabupaten Malang, Minggu (19/1/2020)

KOMPAS.com - Hutan seluas lapangan sepak bola, habis setiap 6 detik.

Itulah laju pembalakan hutan tropis di dunia tahun lalu, menurut data baru yang dirilis Global Forest Watch, program pemantau hutan.

Data satelit menunjukkan hampir 4 juta hektar hutan lenyap, naik dari jumlah tahun lalu. Angka ini adalah kehilangan terbesar ketiga abad ini.

Namun, beberapa pakar mendapati harapan di antara kabar buruk itu.

Baca juga: Ahli Peringatkan, Hutan Amazon Bisa Jadi Sumber Virus Corona Berikutnya

Sementara hilangnya hutan Brazil meningkat di bawah Presiden sayap kanan Jair Bolosonaro, kebijakan mengekang deforestasi tampaknya berhasil di Indonesia, Kolombia, dan Afrika Barat.

Hal itu menurut World Resources Institute (WRI), organisasi penelitian dan advokasi yang mengawasi Global Forest Watch.

Kerusakan hutan tropis adalah pukulan besar bagi keanekaragaman hayati dan bertanggung jawab atas sekitar 8 persen emisi karbon dioksida global.

Karena hutan adalah penyerap besar karbon dioksida, menumbuhkannya kembali akan memainkan peran sangat besar dalam memerangi perubahan iklim.

"PBB menargetkan untuk mengakhiri deforestasi pada 2020, tetapi kita tampaknya menuju ke arah yang salah," ujar Senior Fellow WRI, Frances Seymour.

Baca juga: Mirip Harimau Jawa Berhasil Dipotret Warga Pinggiran Hutan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teknologi Lidar Bantu Arkeolog Ungkap Misteri Percandian Muarajambi

Teknologi Lidar Bantu Arkeolog Ungkap Misteri Percandian Muarajambi

Fenomena
Seri Budidaya Nusantara: Syarat dan Cara Pengembangan Lobster

Seri Budidaya Nusantara: Syarat dan Cara Pengembangan Lobster

Oh Begitu
Berkat Internet, Misteri Monolit Logam di Gurun Utah Mulai Terpecahkan

Berkat Internet, Misteri Monolit Logam di Gurun Utah Mulai Terpecahkan

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Pelajari Bebatuan Mars di Siprus, Ini Alasannya

Ilmuwan Berencana Pelajari Bebatuan Mars di Siprus, Ini Alasannya

Fenomena
Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Pekan di Indonesia, Ini 2 Penyebabnya

Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Pekan di Indonesia, Ini 2 Penyebabnya

Fenomena
Berusia 800 Tahun, Selimut Kuno Ini Terbuat dari 11.500 Bulu Kalkun

Berusia 800 Tahun, Selimut Kuno Ini Terbuat dari 11.500 Bulu Kalkun

Fenomena
9 Bulan Pandemi Covid-19, Pentingnya Mencari Makna Hidup di Tengah Penderitaan

9 Bulan Pandemi Covid-19, Pentingnya Mencari Makna Hidup di Tengah Penderitaan

Kita
Studi Terbesar Ungkap Risiko Kesehatan Terbesar di Ruang Angkasa

Studi Terbesar Ungkap Risiko Kesehatan Terbesar di Ruang Angkasa

Oh Begitu
Vaksin AstraZeneca-Oxford Alami Kekeliruan Dosis, Apa Maksudnya?

Vaksin AstraZeneca-Oxford Alami Kekeliruan Dosis, Apa Maksudnya?

Oh Begitu
Luar Angkasa Banyak Sampah, ESA Lakukan Misi Bersih-Bersih

Luar Angkasa Banyak Sampah, ESA Lakukan Misi Bersih-Bersih

Fenomena
Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Fenomena
Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Oh Begitu
Meninggalnya Bupati Situbondo, Benarkah Ada Jenis Virus Corona Ganas?

Meninggalnya Bupati Situbondo, Benarkah Ada Jenis Virus Corona Ganas?

Oh Begitu
Setelah Sinovac, Mungkinkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Digunakan Juga di Indonesia?

Setelah Sinovac, Mungkinkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Digunakan Juga di Indonesia?

Oh Begitu
Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

Kita
komentar
Close Ads X