Lawan Covid-19, Antiseptik Lindungi Tim Medis dari Virus Corona

Kompas.com - 03/06/2020, 07:03 WIB
Calon penumpang kapal di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, membersihkan tangan menggunakan cairan antiseptik yang disediakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas Banda Aceh, Kamis (12/3/2020). KKP Ulee Lheu Banda Aceh menyediakan dua unit alat pengecek suhu tubuh (infrared thermometer) dan cairan antiseptik di pelabuhan itu guna pencegahan dari penyebaran virus corona (Covid-19). KOMPAS.com/RAJA UMARCalon penumpang kapal di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, membersihkan tangan menggunakan cairan antiseptik yang disediakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas Banda Aceh, Kamis (12/3/2020). KKP Ulee Lheu Banda Aceh menyediakan dua unit alat pengecek suhu tubuh (infrared thermometer) dan cairan antiseptik di pelabuhan itu guna pencegahan dari penyebaran virus corona (Covid-19).

KOMPAS.com - Total terinfeksi virus corona di Tanah Air hingga Selasa (2/6/2020) sore adalah 27.549 kasus.

17.951 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 1.663 orang meninggal dunia karena Covid-19.

Selain warga sipil, banyak diberitakan petugas medis yang ada di garda terdepan tertular Covid-19.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 pada tenaga medis?

Baca juga: Unik dan Aneh, Begini Cara Virus Corona Covid-19 Membajak Sel Manusia

Menurut dr. Bambang Wahjuprajitno, Sp.An, KIC, seorang pakar bidang Intensive Care RS. Dr. Soetomo, Surabaya, penggunaan antiseptik penting untuk mencegah penularan corona bagi petugas medis di garda terdepan.

Virus SARS-CoV penyebab SARS itu menginfeksi sel dengan bantuan dua protein, yakni reseptor yang disebut angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) yang membantu virus menempel dengan sel dan enzim yang disebut Tipe II transmembran serine protease (TMPRSS2) yang memediasi infeksi sel.

"Karena itu, mencegah supaya virus (SARS-CoV-2) tidak menempel pada reseptor ACE2 adalah hal yang penting. Dan ini (ACE2) adalah tempat di mana virus itu bisa dihancurkan oleh povidone-iodine. Saya kira di sini pentingnya povidone-iodine itu," kata Bambang dalam acara Webinar Edukasi Online oleh Betadine Indonesia, Senin (1/6/2020).

Povidone-iodine (iodin povidon) atau dikenal juga dengan iodopovidin adalah suatu antiseptik yang digunakan sebagai disinfektan pada kulit sebelum dan sesudah pembedahan.

Iodin povidon merupakan bahan organik berbahan aktif polivinil pirolidon yang merupakan kompleks iodine yang larut dalam air.

Saat virus corona terlambat dihancurkan dan masuk ke tubuh, SARS-CoV-2 tidak hanya akan merusak paru-paru tapi bisa memicu penyakit lain seperti trombosis (penggumpalan dalam pembuluh darah), gagal jantung, gagal ginjal, kerusakan kandung kemih, hingga ke otak.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjebak di Fosil Damar 99 Juta Tahun, Warna Serangga Purba Ini Masih Awet

Terjebak di Fosil Damar 99 Juta Tahun, Warna Serangga Purba Ini Masih Awet

Fenomena
Povidone-Iodine Bunuh SARS-CoV-2, Bagaimana Mekanismenya Cegah Covid-19?

Povidone-Iodine Bunuh SARS-CoV-2, Bagaimana Mekanismenya Cegah Covid-19?

Oh Begitu
Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Fenomena
Petir Tewaskan 147 Orang di India, Bisakah Terjadi di Indonesia?

Petir Tewaskan 147 Orang di India, Bisakah Terjadi di Indonesia?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Amfibi Pertama yang Memiliki Bisa seperti Ular

Ilmuwan Temukan Amfibi Pertama yang Memiliki Bisa seperti Ular

Oh Begitu
Banjir Jepang Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Corona

Banjir Jepang Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Corona

Fenomena
Virus Corona Menyebar di Udara, Partikel Aerosol Covid-19 seperti Asap Rokok

Virus Corona Menyebar di Udara, Partikel Aerosol Covid-19 seperti Asap Rokok

Oh Begitu
Gempa Rangkasbitung, Kenapa Guncangannya Terasa Kuat di Jakarta?

Gempa Rangkasbitung, Kenapa Guncangannya Terasa Kuat di Jakarta?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Pantai Barat Sumatera, Terasa di Nias

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Pantai Barat Sumatera, Terasa di Nias

Fenomena
WHO Akui Adanya Bukti Penyebaran Virus Corona Covid-19 Lewat Udara

WHO Akui Adanya Bukti Penyebaran Virus Corona Covid-19 Lewat Udara

Fenomena
Bukti Baru Efek Pemanasan Global, Alga Tumbuh Masif di Ekosistem Danau

Bukti Baru Efek Pemanasan Global, Alga Tumbuh Masif di Ekosistem Danau

Oh Begitu
Virus Corona: Ilmuwan Ingatkan Lagi, Jangan Keluar Rumah Tanpa Penutup Wajah

Virus Corona: Ilmuwan Ingatkan Lagi, Jangan Keluar Rumah Tanpa Penutup Wajah

Oh Begitu
Belajar dari India, Kenali 6 Indikasi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Belajar dari India, Kenali 6 Indikasi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Oh Begitu
UN Peringatkan Risiko Meningkatnya Wabah Penyakit dari Hewan Liar

UN Peringatkan Risiko Meningkatnya Wabah Penyakit dari Hewan Liar

Oh Begitu
WHO Pastikan Wabah Pes di China Tidak Berisiko Tinggi, Ini Alasannya

WHO Pastikan Wabah Pes di China Tidak Berisiko Tinggi, Ini Alasannya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X