BMKG Imbau Warga Pesisir untuk Waspada Potensi Gelombang Tinggi

Kompas.com - 29/05/2020, 16:30 WIB
Warga berdiri di pinggiran pantai Ampenan saat terjadi gelombang tinggi di sepanjang pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (27/5/2020). Menurut keterangan sejumlah nelayan di daerah tersebut gelombang tinggi terjadi sejak  26 Mei 2020 (pukul 03.00 Wita) yang mengakibatkan banjir rob dan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang gelombang di Lingkungan Pondok Perasi dan Kampung Bugis.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww. AHMAD SUBAIDIWarga berdiri di pinggiran pantai Ampenan saat terjadi gelombang tinggi di sepanjang pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (27/5/2020). Menurut keterangan sejumlah nelayan di daerah tersebut gelombang tinggi terjadi sejak 26 Mei 2020 (pukul 03.00 Wita) yang mengakibatkan banjir rob dan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang gelombang di Lingkungan Pondok Perasi dan Kampung Bugis.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.

KOMPAS.com - Cuaca hujan ekstrem mengakibatkan bencana banjir di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Kamis (28/5/2020).

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada akan dampak dari potensi hujan yang masih berpeluang terjadi hingga tiga hari ke depan.

Bersamaan dengan itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga mencapai 6 meter di sejumlah perairan Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Banjir, Waspada 3 Hari Mendatang Masih Berpotensi Hujan

Fajar Setiawan dari Stasiun Meteorologi Maritim Surabaya mengungkapkan potensi gelombang tinggi tersebut terjadi karena berbagai kondisi di atmosfer.

Ada pengaruh pola sirkulasi di Samudera Hindia barat Sumatera. Pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara umumnya muncul dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 3-15 Knot.

Sedangkan, untuk wilayah selatan dari Timur hingga Tenggara kecepatan angin berkisar 3-20 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Selatan Jawa, Laut Timor, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru, Perairan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru, dan Perairan selatan Pulau Sumba hingga Pulau Rote.

"Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," kata dia.

Seorang anak bermain di halaman rumah yang tergenang air rob di Desa Tegalkamulyan, Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2020). Gelombang tinggi air laut yang mencapai enam meter di pesisir selatan Jawa Tengah, menyebabkan air rob menggenangi 3.700an rumah, 575 hektar sawah dan 250 hektar tambak udang serta sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, pasar, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan kantor kelurahan di sejumlah di Kabupaten Cilacap. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc.IDHAD ZAKARIA Seorang anak bermain di halaman rumah yang tergenang air rob di Desa Tegalkamulyan, Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2020). Gelombang tinggi air laut yang mencapai enam meter di pesisir selatan Jawa Tengah, menyebabkan air rob menggenangi 3.700an rumah, 575 hektar sawah dan 250 hektar tambak udang serta sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, pasar, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan kantor kelurahan di sejumlah di Kabupaten Cilacap. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc.

Tidak hanya itu, keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap bisa menambah kesempatan angin dan tinggi gelombang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X