Persiapan Mental untuk Hadapi New Normal, Ini yang Harus Dilakukan

Kompas.com - 28/05/2020, 11:03 WIB
Ilustrasi new normal. SHUTTERSTOCK/NATTAKORN_MANEERATIlustrasi new normal.

KOMPAS.com - Pemerintah tengah mempersiapkan Indonesia memasuki fase kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat harus beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan sebagai gaya hidup.

New Normal diberlakukan untuk kembali menggerakkan roda perekonomian yang selama ini tertahan karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Psikolog sosial asal Solo, Hening Widyastuti, mengatakan bahwa persiapan mental penting dilakukan untuk memasuki new normal. Hal ini agar dapat mencegah diri dari stress karena beradaptasi dengan gaya hidup baru.

Persiapan mental yang paling pertama untuk dilakukan yakni menerima realita bahwa perubahan sedang terjadi dan responsnya adalah dengan mengikutinya.

Baca juga: Indonesia Menuju New Normal Corona, Ini Protokol Kesehatan Covid-19 yang Harus Dilakukan

"Harus persiapkan psikologis untuk new normal ini, karena mau enggak mau perubahan itu ada di depan mata," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Selain itu, dapat dilakukan juga dengan mencari informasi yang tepat mengenai perkembangan Covid-19, pastikan itu bukan hoaks. Lantaran hoaks malah akan menggangu psikologis hingga menyebabkan stres.

"Hoaks itu nanti malah bikin rancu, kemudian membuat cemas, khawatir, lalu tumbuhlah stres dan depresi sendiri," katanya.

Hening bilang, persiapan mental juga dapat dilakukan lewat interaksi dengan teman atau keluarga untuk saling menguatkan secara psikologis. Sehingga dapat menghadapi new normal dengan positif.

"Terus berkomunikasi denga rekan, yang postif, itu berpengaruh pada diri kita, ketika teman kita support, membangun psikologis, akan semangat," ujar dia.

Baca juga: New Normal, Disambut Pengusaha tapi Dipertanyakan Pakar Epidemiologi

Di sisi lain, new normal juga akan mengarah ke gaya hidup yang lebih digitalisasi. Oleh sebab itu, perlu untuk setiap orang melihat peluang ke depan untuk bisa bertahan di era kenormalan baru.

"Kemampuan apa yang bisa digali, menyiapkannya harus mulai dari saat ini. Jadi secara psikologisnya harus menguatkan, emosi hati dan pikiran itu harus di sinkron kalau situasi memang berubah," kata Hening.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

500 Tahun Dituduh, Ternyata Columbus Bukan Pemicu Endemi Sifilis di Eropa

500 Tahun Dituduh, Ternyata Columbus Bukan Pemicu Endemi Sifilis di Eropa

Fenomena
Peneliti Temukan Cara Bersihkan Masker N95 dengan Kompor Listrik, Kok Bisa?

Peneliti Temukan Cara Bersihkan Masker N95 dengan Kompor Listrik, Kok Bisa?

Oh Begitu
Bagaimana Mencegah Covid-19 dalam Layanan Penyakit Malaria?

Bagaimana Mencegah Covid-19 dalam Layanan Penyakit Malaria?

Oh Begitu
Ilmuwan Malaysia Gunakan Teknologi Kloning Kembalikan Badak Sumatera

Ilmuwan Malaysia Gunakan Teknologi Kloning Kembalikan Badak Sumatera

Fenomena
Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Tren Malaria di Indonesia Meningkat, Ini Daftar Wilayah Kategori Endemis Tinggi

Tren Malaria di Indonesia Meningkat, Ini Daftar Wilayah Kategori Endemis Tinggi

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Selatan Jawa Sudah 8 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Selatan Jawa Sudah 8 Kali Susulan

Oh Begitu
Ancaman Karhutla 4 Provinsi di Indonesia Berpotensi Terbakar Luas, Ini Pencegahannya

Ancaman Karhutla 4 Provinsi di Indonesia Berpotensi Terbakar Luas, Ini Pencegahannya

Oh Begitu
Masih Corona, Begini Penanganan Malaria di Daerah Endemis Tinggi seperti Papua

Masih Corona, Begini Penanganan Malaria di Daerah Endemis Tinggi seperti Papua

Oh Begitu
Planet Kerdil Ceres antara Mars dan Jupiter Ini Sembunyikan Dunia Samudra

Planet Kerdil Ceres antara Mars dan Jupiter Ini Sembunyikan Dunia Samudra

Fenomena
Tren Kasus Malaria di Papua Meningkat, Apa Penyebabnya?

Tren Kasus Malaria di Papua Meningkat, Apa Penyebabnya?

Oh Begitu
Ahli Tak Sengaja Temukan Parasit Pemakan Lidah Ikan, Seperti Apa?

Ahli Tak Sengaja Temukan Parasit Pemakan Lidah Ikan, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kuda Nil Jantan Semburkan Feses untuk Gaet Pasangan

Kamasutra Satwa: Kuda Nil Jantan Semburkan Feses untuk Gaet Pasangan

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: 5 Rahasia Pusar yang Mungkin Tidak Anda Tahu

Misteri Tubuh Manusia: 5 Rahasia Pusar yang Mungkin Tidak Anda Tahu

Kita
14.000 Tahun Lalu Perubahan Iklim Menyebabkan Badak Berbulu Punah

14.000 Tahun Lalu Perubahan Iklim Menyebabkan Badak Berbulu Punah

Fenomena
komentar
Close Ads X