Apa Itu New Normal? Presiden Jokowi Sebut Hidup Berdamai dengan Covid-19

Kompas.com - 26/05/2020, 16:32 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan Stasiun MRT Bundaran HI  di saat new normal kala pandemi Covid-19 Agus SupartoPresiden Joko Widodo meninjau kesiapan Stasiun MRT Bundaran HI di saat new normal kala pandemi Covid-19


KOMPAS.com - New normal kembali digaungkan di tengah pandemi virus corona yang kian meluas dan menginfeksi jutaan orang di dunia, termasuk di Indonesia. Presiden Joko Widodo ( Jokowi) juga mengajak masyarakat untuk dapat hidup berdamai dengan Covid-19.

Akibat pandemi ini, masyarakat dunia dipaksa tinggal di rumah. Bekerja, sekolah, hingga beribadah juga harus dilakukan di rumah. Terkecuali bagi mereka yang memang harus beraktivitas di luar rumah.

Perubahan ekstrem ini telah memberi dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat, serta bagi banyak sektor.

Sejak virus corona baru, SARS-CoV-2 yang mewabah dari China terus menyebar, hingga kini obat maupun vaksin penyebab penyakit Covid-19 ini masih dikembangkan.

Baca juga: Penerapan New Normal Covid-19 di Penerbangan, Ini Saran Perdopsi

Vaksin menjadi satu-satunya senjata untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi saat ini sejumlah ilmuwan dunia masih berupaya untuk menyempurnakan pengembangannya.

Diam di rumah, beraktivitas hingga bekerja di rumah telah memukul keras sektor-sektor penggerak roda perekonomian.

New normal, kebiasaan-kebiasaan baru saat pandemi virus corona.Shutterstock New normal, kebiasaan-kebiasaan baru saat pandemi virus corona.

Perekonomian mulai terguncang, sehingga membuat sejumlah negara mulai melonggarkan kebijakan terkait mobilitas warganya, kendati virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 masih terus mengancam.

Kondisi ini pada akhirnya membawa pada konsep new normal life, yang secara bertahap mulai diimplementasikan.

Baca juga: Lockdown Corona, Ahli Sebut Emisi Karbon Harian Turun 17 Juta Ton

Lantas, apa itu new normal?

Seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Rabu (20/5/2020), Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal.

Namun, perubahan ini ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

500 Tahun Dituduh, Ternyata Columbus Bukan Pemicu Endemi Sifilis di Eropa

500 Tahun Dituduh, Ternyata Columbus Bukan Pemicu Endemi Sifilis di Eropa

Fenomena
Peneliti Temukan Cara Bersihkan Masker N95 dengan Kompor Listrik, Kok Bisa?

Peneliti Temukan Cara Bersihkan Masker N95 dengan Kompor Listrik, Kok Bisa?

Oh Begitu
Bagaimana Mencegah Covid-19 dalam Layanan Penyakit Malaria?

Bagaimana Mencegah Covid-19 dalam Layanan Penyakit Malaria?

Oh Begitu
Ilmuwan Malaysia Gunakan Teknologi Kloning Kembalikan Badak Sumatera

Ilmuwan Malaysia Gunakan Teknologi Kloning Kembalikan Badak Sumatera

Fenomena
Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Tren Malaria di Indonesia Meningkat, Ini Daftar Wilayah Kategori Endemis Tinggi

Tren Malaria di Indonesia Meningkat, Ini Daftar Wilayah Kategori Endemis Tinggi

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Selatan Jawa Sudah 8 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Selatan Jawa Sudah 8 Kali Susulan

Oh Begitu
Ancaman Karhutla 4 Provinsi di Indonesia Berpotensi Terbakar Luas, Ini Pencegahannya

Ancaman Karhutla 4 Provinsi di Indonesia Berpotensi Terbakar Luas, Ini Pencegahannya

Oh Begitu
Masih Corona, Begini Penanganan Malaria di Daerah Endemis Tinggi seperti Papua

Masih Corona, Begini Penanganan Malaria di Daerah Endemis Tinggi seperti Papua

Oh Begitu
Planet Kerdil Ceres antara Mars dan Jupiter Ini Sembunyikan Dunia Samudra

Planet Kerdil Ceres antara Mars dan Jupiter Ini Sembunyikan Dunia Samudra

Fenomena
Tren Kasus Malaria di Papua Meningkat, Apa Penyebabnya?

Tren Kasus Malaria di Papua Meningkat, Apa Penyebabnya?

Oh Begitu
Ahli Tak Sengaja Temukan Parasit Pemakan Lidah Ikan, Seperti Apa?

Ahli Tak Sengaja Temukan Parasit Pemakan Lidah Ikan, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kuda Nil Jantan Semburkan Feses untuk Gaet Pasangan

Kamasutra Satwa: Kuda Nil Jantan Semburkan Feses untuk Gaet Pasangan

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: 5 Rahasia Pusar yang Mungkin Tidak Anda Tahu

Misteri Tubuh Manusia: 5 Rahasia Pusar yang Mungkin Tidak Anda Tahu

Kita
14.000 Tahun Lalu Perubahan Iklim Menyebabkan Badak Berbulu Punah

14.000 Tahun Lalu Perubahan Iklim Menyebabkan Badak Berbulu Punah

Fenomena
komentar
Close Ads X