Kompas.com - 24/05/2020, 12:03 WIB
Kapal Ttitanic tenggelam 1912 di Samudera Atlantik. Dok. Lonely PlanetKapal Ttitanic tenggelam 1912 di Samudera Atlantik.

KOMPAS.com - Setelah sekian lama, pihak berwenang akhirnya setuju untuk membuka lambung dari bangkai RMS Titanic.

RMS Titanic merupakan kapal legendaris yang tenggelam pada tahun 1912 akibat menabrak gunung es. Setidaknya ada 1.500 penumpang kapal tersebut yang tewas dalam tragedi tersebut.

Semenjak itu bangkai kapal pun masih terus menarik perhatian khalayak, mulai dari pencari harta hingga ilmuwan.

Baca juga: Kabar Terkini Titanic, Kapal Legendaris Itu Habis Dimakan Bakteri Laut

Melansir Popular Mechanics, Kamis (21/5/2020), pembongkaran kapal tersebut rencananya akan dilakukan untuk menghambil barang berharga yang masih terdapat di dalam kapal selama lebih dari seabad.

Barang berharga yang dimaksud bukanlah perhiasan melainkan sebuah peralatan, yakni telegraf nirkabel (radiotelegraphy) Marconi yang asli.

Telegraf nirkabel ini merupakan alat ciptaan Guglielmo Marconi yang digunakan untuk mengirimkan kode Morse tanpa menggunakan kabel. Alat tersebut sempat menuai cemoohan orang-orang pada masanya.

Pada saat itu, orang-orang percaya jika gelombang radio hanya bisa diterima dalam jarak pendek saja. Tetapi pada tahun 1901, Marconi membuktikan mereka salah dengan keberhasilannya mengirimkan pesan dari Inggris ke Kanada.

Baca juga: Penemu Titanic Berambisi Mencari Keberadaan Pesawat Amelia Earhart

Alat tersebut kemudian mulai populer. Telegraf buatan Marconi pun kemudian ditempatkan di Titanic.

Dengan diketemukannya pemancar radio pada alat, beberapa pesan seperti pesan peringatan yang terlewat dan panggilan darurat yang dikirim dari kapal mungkin bisa dibuka.

"Perangkat Marconi memiliki nilai sejarah, pendidikan, ilmiah, dan budaya yang signifikan sebagai perangkat yang digunakan untuk membuat panggilan darurat ketika Titanic mengalami musibah," tulis Rebecca Beach Smith, hakim yang mengizinkan pembongkaran Titanic, seperti dikutip dari The New York Times.

Perangkat Marconi juga menyimpan kisah kepahlawanan operator mesin yang masih terus bekerja mengirimkan pesan hingga akhirnya ada 705 orang penumpang yang akhirnya selamat.

Hal ini lah yang membuat telegraf nirkabel buatan Marconi ini layak diangkat dari lautan sebelum akhirnya benar-benar rusak.

Baca juga: Ini Menu Makan Siang Kru Titanic Sebelum Pelayaran Nahas Tersebut

Namun rencana tersebut masih menuai protes dari beberapa pihak, salah satunya The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Alasannya, kapal Titanic telah menjadi situs pemakaman yang besar sekaligus monumen tragedi sehingga orang-orang perlu menghormatinya.

Hingga sekarang belum ada kepastian kapan rencana pembongkaran Titanic akan dilakukan. Pasalnya aktivitas tersebut tentu akan membutuhkan biaya yang tak sedikit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

Fenomena
Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Fenomena
Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Fenomena
Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Fenomena
Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Fenomena
Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Oh Begitu
Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Oh Begitu
Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Fenomena
Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Fenomena
komentar
Close Ads X