Manusia Lockdown, Satwa Liar Terancam Perdagangan Ilegal

Kompas.com - 24/05/2020, 10:03 WIB
Kelelawar hitam (paniki) termasuk jenis satwa liar yang paling banyak diperdagangkan di pasar-pasar tradisional di Sulawesi Utara. dok BBC IndonesiaKelelawar hitam (paniki) termasuk jenis satwa liar yang paling banyak diperdagangkan di pasar-pasar tradisional di Sulawesi Utara.

Di wilayah yang berbatasan dengan Taman Nasional Kruger, Conservation International dan mitranya telah bekerja dengan para penggembala untuk meningkatkan pengelolaan ternak. Sehingga ternak yang dihasilkan lebih gemuk dan sehat, serta bernilai jual yang tinggi.

Di hutan Afrika tengah dan bagian lain dunia, Wildlife Conservation Society bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan mitra lainnya untuk mengeksplorasi cara-cara meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi kebutuhan untuk berburu daging hewan liar.

Hal itu dilakukan dengan beternak ayam di halaman belakang rumah penduduk. Tak hanya menghasilkan daging tapi juga telur yang bernilai jual.

"Penelitian juga menunjukkan bahwa ketika harga unggas desa sebanding atau lebih rendah daripada daging hewan liar, konsumen lebih suka membeli dan makan ayam," kata Katherine Kreis, Direktur Inisiatif Strategis PATH, oraganisasi nirlaba tentang kesehatan masyarakat nirlaba.

Risiko Kesehatan Akibat Hewan Liar

Peningkatan perburuan liar selama masa lockdown tidak hanya menarik perhatian terkait dampak pada keberlangsungan hidup satwa liar, kondisi lingkungan, dan perekonomian. Tetapi juga mengkhawatirkan karena berpotensi membuat terjadi kembali pandemi di masa depan.

Habitat alam semakin berkurang dari waktu ke waktu karena kepentingan manusia dalam bisnis dan ekonomi. Membuat antar spesies binatang semakin hidup berdekatan, begitu pula dengan manusia. Ekosistem yang telah dirusak ini pun berisiko menimbulkan virus dari hewan yang akhirnya menemukan inang baru yakni manusia.

"Kita telah kehilangan 60 persen dari semua satwa liar dalam 50 tahun terakhir, sementara jumlah penyakit menular baru telah meningkat empat kali lipat dalam 60 tahun terakhir. Bukan kebetulan bahwa perusakan ekosistem telah bertepatan dengan peningkatan tajam pada penyakit seperti itu, ” kata Marie Quinney, seorang spesialis dalam World Economic Forum’s Nature Action Agenda.

Baca juga: Pandemi Virus Corona, Ahli Konservasi Desak WHO Tutup Pasar Hewan Liar

Untuk mencegah agar tidak terjadi pandemi di masa depan, Joe Walston dari Wildlife Conservation Society menyatakan, bahwa penting untuk menutup perdagangan satwa liar yang sama sekali tidak perlu untuk konsumsi manusia. Terlebih perburuan untuk menjadikan bagian tubuh hewan liar sebagai koleksi barang mewah.

Menurutnya, menangani perburuan liar dan menjual hewan liar untuk makanan harus menjadi bagian dari upaya global. Terlebih China, sebagai negara pandemi Covid-19 berasal, harus memperkuat regulasi tentang pelarangan memburu dan mengonsumsi hewan liar.

Seperti diketahui, terdapat pasar yang menjual hewan liar di Wuhan, China, yang di perkirakan virus corona baru itu berasal.

"Ini bukan tentang memfitnah China. Tapi ini tentang kita berkumpul dan membuat keputusan global bahwa perdagangan hewan liar sekarang ini sudah kuno," kata dia.

Menurut Watson, dunia dengan era masa kini, di mana teknologi mampu membuat seseorang dapat membawa penyakit menular baru dari satu benua ke benua lain hanya dalam beberapa jam, tapi terus berdagang dan mengonsumsi hewan liar artinya dekat dengan bunuh diri massal.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Fenomena
Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena
Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kita
Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Fenomena
Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Oh Begitu
Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Fenomena
Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Oh Begitu
Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Fenomena
Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Prof Cilik
Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Kita
Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Oh Begitu
3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

Oh Begitu
Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Kita
Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Fenomena
komentar
Close Ads X