Makhluk Campuran Tikus dan Manusia Tercipta, 4 Persen Selnya Mirip Kita

Kompas.com - 20/05/2020, 19:02 WIB
Chimera gabungan tikus dengan stem cell manusia. ULLSTEIN BILDGETTY IMAGESChimera gabungan tikus dengan stem cell manusia.

KOMPAS.com – Para ilmuwan di University of Buffalo dan Roswell Park Cancer Institute menciptakan chimera gabungan antara manusia dan tikus dengan jumlah sel manusia terbanyak sepanjang sejarah.

Chimera adalah makhluk yang dibuat dari gabungan dua genetik berbeda, dalam kasus ini adalah sel tikus dan stem cell manusia. Percobaan ini telah dimuat dalam jurnal Science Advances.

Percobaan ini dimulai dari para ilmuwan menyuntikkan stem cell manusia pada embrio tikus yang tengah berkembang. 

Baca juga: Pertama di Dunia, Makhluk Campuran Babi dan Monyet Lahir di China

Jumlah ini tergolong sangat banyak, karena sel antara manusia dan hewan tidak selalu cocok ketika digabungkan. Dari segi fisik, bentuk chimera tersebut masih seperti tikus pada umumnya.

“Sejauh ini belum ada yang bisa menghasilkan stem cell manusia dari embrio tikus. Percobaan ini memungkinkan kita untuk membuat organ manusia pada hewan di kemudian hari,” tutur para peneliti seperti dilansir dari Popular Mechanics, Rabu (20/5/2020).

Dalam percobaan tersebut, para ilmuwan harus mengembalikan stem cell manusia dalam tahap naïve (baru dibentuk). Untuk melakukan hal itu, mereka harus menghambat pertumbuhan protein dalam rentang waktu tiga jam sehingga bisa “dirakit” kembali menjadi bentuk jaringan baru yang diinginkan.

Baca juga: Perkembangan Riset Stem Cell di Indonesia

Langkah selanjutnya, stem cell berusia muda ini disuntikkan ke dalam embrio tikus dan membiarkannya berkembang dalam waktu dua minggu.

Sel manusia ditemukan dalam hati, otak, mata, jantung, darah, dan tulang sumsum chimera tersebut. Namun, tidak ada sel manusia ditemukan dalam sistem reproduksi chimera seperti pada sel telur atau sperma.

Sejak 1984

Percobaan chimera pertama dilakukan pada 1984, yaitu ketika ilmuwan menciptakan chimera kombinasi antara kambing dan domba dengan cara menyatukan sel embrio dari masing-masing hewan.

Chimera tersebut bertahan hidup hingga tua.

Baca juga: Penemuan Baru, Hewan Ini Tak Butuh Oksigen untuk Bertahan Hidup

Desember 2019, para ilmuwan China menciptakan dua ekor chimera gabungan monyet dan babi. Namun, hewan tersebut hanya bertahan hidup satu minggu lamanya.

Percobaan chimera, untuk apapun tujuannya, menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Jika sel pada hewan bisa menyatu dengan apik dengan stem cell manusia, bukannya tak mungkin di kemudian hari kita bisa menyaksikan organ manusia ditanam pada tubuh hewan. Ini menjadi potensi untuk mempersingkat antrean transplantasi organ manusia.

Oleh karena kasus chimera tikus-manusia ini memiliki jumlah sel manusia tertinggi pada hewan, percobaan ini merupakan loncatan besar dalam dunia medis.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X