145 Juta Penduduk Indonesia Bisa Kena Imbas Pemanasan Global, Kok Bisa?

Kompas.com - 20/05/2020, 18:02 WIB
Suhu panas akibat pemanasan global terasa seperti di Gurun Sahara. ShutterstockSuhu panas akibat pemanasan global terasa seperti di Gurun Sahara.

 

Kondisi suhu itu lebih tinggi dari perkiraan kenaikan suhu rata-rata global yaitu 3 derajat celsius.

Kondisi prediksi peningkatan suhu hingga 7,5 derajat celsius itu disebabkan oleh dua hal, yaitu tanah akan menghangat lebih cepat daripada laut dan adanya pertumbuhan populasi saat ini sudah menuju tempat yang panas.

Perluasan wilayah yang sangat panas dalam skenario iklim saat melakukan bisnis seperti biasa. Dalam iklim saat ini, suhu rata-rata tahunan lebih dari 29 derajat celcius terbatas pada area gelap kecil di wilayah Sahara.

Ironisnya, kenaikan suhu yang sangat cepat dan dikombinasikan dengan perubahan populasi dunia secara global, dapat menjadikan sekitar 30 persen dari populasi dunia yang akan hidup di tempat suhu yang rata-ratanya di atas 29 derajat celsius dalam kurun waktu 50 tahun mendatang.

Baca juga: Arus Laut Semakin Kencang Akibat Pemanasan Global, Apa Dampaknya?

Zona terpanas Gurun Sahara

Sedangkan, kondisi dengan zona terpanas di Gurun Sahara saat ini hanya dirasakan oleh 0,8 persen dari permukaan bumi.

Akan tetapi, pada tahun 2070 kondisi seperti itu diprediksikan akan dapat menyebar luas menjadi 19 persen dari luas daratan bumi.

“Situasi seperti ini akan membuat 3,5 miliar orang masuk ke dalam kondisi yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup,” kata Jens Christian Svenning dari Aarhus University, salah satu penulis penelitian ini.

Baca juga: Pemanasan Global, 2019 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Para peneliti dari China, Amerika Serikat dan Eropa menilai bencana tersebut dapat dihindari jika terjadi penurunan emisi gas rumah kaca secara drastis dalam kurun waktu 50 tahun.

Penelitian ini telah diterbitkan dengan judul “Future of the Human Climate Niche”: PNAS Mei 2020 atas kerjasama antar-peneliti dari Universitas Wageningen, Universitas Nanjing, Universitas Exeter, Universitas Aarhus dan Universitas Washington, Santa Fe Institute.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X