Atasi Covid-19, BPOM Sediakan Lab dan RT-PCR untuk Pengujian Spesimen

Kompas.com - 19/05/2020, 18:31 WIB
Ilustrasi peneliti melakukan pengembangan vaksin virus corona, covid-19, di laboratorium. Ilustrasi peneliti melakukan pengembangan vaksin virus corona, covid-19, di laboratorium.

KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) mengambil langkah strategis dalam upaya percepatan pengujian spesimen Covid-19 di Indonesia.

Hal ini dilakukan dengan pemanfaatan lab dan alat pengujian Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) milik BPOM.

"BPOM telah berproses dalam memanfaatkan sumber daya meliputi pemenuhan sarana prasarana laboratorium sesuai persyaratan Biosafety Level 2 (BSL 2), pemanfaatan peralatan RT-PCR dan kelengkapan pendukung lainnya, serta peningkatan SDM Penguji," ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2020).

Dia menjelaskan, saat ini terdapat dua laboratorium BPOM yang telah beroperasi melakukan pengujian spesimen Covid-19, yakni Laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) dan Laboratorium Balai POM di Gorontalo.

Baca juga: BPOM Laporkan Masih Jumpai Menu Takjil Berbahan Kimia Bahaya

Laboratorium PPPOMN sejak 4 Mei 2020 sudah aktif melakukan pengujian spesimen yang diterima dari RS Darurat Kemayoran dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).

Sedangkan Laboratorium Balai POM di Gorontalo sudah lebih dulu beroperasi, yang hingga 4 Mei 2020 sudah menguji 216 spesimen Covid-19.

Pemanfaatan lab ini bagian dari kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dengan melakukan peningkatan kapasitas sehingga memenuhi persyaratan BSL-2, penyediaan reagen kit, dan alat pelindung diri (APD).

Selain itu, BPOM juga telah melakukan peminjaman peralatan RT-PCR dan kelengkapan pendukung lainnya pada 8 laboratorium yang tersebar di 7 provinsi.

Tujuh provinsi itu di antaranya adalah Provinsi DKI Jakarta pada Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Jakarta, Riau pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad, dan Jawa Tengah pada Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS).

Selain itu, Kalimantan Tengah pada RSUD Dr. Doris Sylvanus, NTB pada RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, NTT pada RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes-Kupang, Bangka Belitung pada Laboratorium Klinik Kesehatan Pangkal Pinang, serta Jawa Tengah pada Rumah Sakit Karyadi Semarang.

Baca juga: Temuan Baru, Antibodi SARS Dapat Melawan Virus Corona Covid-19

Sementara itu, rencana pemanfaatan peralatan lab yang berada di Balai Besar/Balai POM juga sudah dikoordinasikan dengan enam pemerintah daerah, yang kini tinggal melakukan pemindahan alat.

Keenam pemerintah daerah adalah Pemprov Sumatera Utara untuk RS Adam Malik - Medan, Bengkulu untuk RSUD M Yunus, Kalimantan Barat untuk RS Univ Tanjung Pura, Maluku untuk Labkesda Ambon, Sulawesi Tenggara untuk RSUP Bahtera Mas, dan Jambi yang saat ini belum menentukan lab yang akan digunakan.

Penny mengatakan, Balai Besar/Balai POM lainnya juga terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam upaya percepatan pengujian spesimen Covid-19, yaitu Balai Besar/Balai POM di Banda Aceh, Padang, Makassar, Manado, Palu, dan Jayapura.

"Kami siap mendukung dengan peminjaman instrumen RT-PCR, SDM penguji, maupun pengujian hasil ekstraksi spesimen bila terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan di daerah," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X