Ahli: Otopsi Bisa Jadi Cara Pelajari Virus Corona, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 19/05/2020, 18:02 WIB
Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19 Shutterstock/Kobkit ChamchodIlustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19


KOMPAS.com- Ilmuwan terus mencari berbagai cara untuk mempelajari virus corona baru, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan otopsi terhadap jenazah pasien Covid-19.

Berdasarkan Alex Williamson, kepala patologi otopsi di Northwell Health sekaligus anggota komite otopsi College of American Pathologist, otopsi merupakan bagian penting untuk mempelajari apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh orang yang terinfeksi.

" Otopsi adalah cara penting untuk mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana suatu penyakit memengaruhi tubuh kita," kata Williamson seperti dikutip dari Popular Science, akhir April lalu.

Pasien yang hidup dengan Covid-19 bisa memberikan gambaran kepada dokter mengenai tanda-tanda dan gejala ekternal yang timbul dari penyakit. Termasuk juga perawatan apa yang cenderung berhasil dan siapa saja yang tampak sakit.

Baca juga: Otopsi Jenazah Covid-19 Ungkap Virus Corona Picu Kerusakan Jantung

Tetapi otopsi memungkinkan para profesional medis untuk melihat lebih rinci secara fisiologis ketika virus menginfeksi tubuh.

Seperti misalnya lesi apa yang terjadi di paru-paru dan organ mana yang menunjukkan kerusakan. Otopsi dapat membantu menjelaskan apa yang salah dengan sel-sel kekebalan pada tubuh.

Ilustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIO Ilustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19

Namun tentu saja prosedur otopsi lebih sulit dilakukan selama pandemi sebab tidak setiap pusat medis memiliki peralatan yang tepat untuk melakukan otopsi pada tubuh yang masih berpotensi menularkan virus.

Baca juga: Plasma Konvalesen Akan Jadi Terapi Corona Berat, Ini Syarat Donor hingga Pasiennya

Prosedur otopsi ini menurut Williamson memerlukan ruang tekanan negatif untuk memastikan udara yang berpotensi terkontaminasi tetap berada di ruangan bahkan ketika pintu terbuka.

Selain itu juga, keterbatasan akan alat pelindung diri masih menjadi penghambat jika prosedur otopsi ini dilakukan.

"Kita tak bisa dan tak boleh melakukan otopsi pada setiap orang namun kita perlu memeriksa bagian untuk memahami lebih baik lagi mengapa orang yang terinfeksi efeknya parah dan membuatnya sekarat," papar Williamson.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Oh Begitu
Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Kenapa Terjadi 2 Kali dalam Setahun?

Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Kenapa Terjadi 2 Kali dalam Setahun?

Fenomena
Gempa Hari Ini : M 5,8 Guncang Laut Flores, Terasa Hingga Denpasar

Gempa Hari Ini : M 5,8 Guncang Laut Flores, Terasa Hingga Denpasar

Fenomena
WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Penanganan Covid-19, Ini Dampaknya

WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Penanganan Covid-19, Ini Dampaknya

Oh Begitu
Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Oh Begitu
Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X