Komet SWAN dan Bintang Berekor Dalam Khazanah Ilmu Falak

Kompas.com - 15/05/2020, 19:04 WIB
Wajah komet SWAN (C/2020 F8) dalam dua observasi berbeda. Kiri : Lembang 11 Ramadhan 1441 H (4 Mei 2020) pada waktu eksposur 10 detik. Kanan: Ponorogo 14 Ramadhan 1441 H (7 Mei 2020) pada waktu eksposur lebih lama (3 x 60 detik) sehingga bentuk ekornya terlihat membentang ke arah barat daya. Arah mataangin dinyatakan dalam S (Selatan) dan T (Timur). Setyanto & Junaidi, 2020Wajah komet SWAN (C/2020 F8) dalam dua observasi berbeda. Kiri : Lembang 11 Ramadhan 1441 H (4 Mei 2020) pada waktu eksposur 10 detik. Kanan: Ponorogo 14 Ramadhan 1441 H (7 Mei 2020) pada waktu eksposur lebih lama (3 x 60 detik) sehingga bentuk ekornya terlihat membentang ke arah barat daya. Arah mataangin dinyatakan dalam S (Selatan) dan T (Timur).

Terdapat pula pendapat bahwa benda langit yang satu secara simbolik memiliki nama najm tsaqib dan tersurat dalam al–Qur’an khususnya Surat ath–Thaariq ayat 3. Najm tsaqib bermakna bintang yang menembus dan diinterpretasikan sebagai bintang yang bentuknya mirip mata tombak atau jarum, salah satu ciri khas ketampakan komet.

Intinya, benda langit ini diklasifikasikan sebagai bagian bintang–bintang yang turut menghiasi langit malam. Hanya terdapat perbedaan, khususnya lewat ketampakan bentuk rambut atau ekor.

Analisis modern menunjukkan bahwa pada tahun 607, komet Halley nan legendaris melintas di dekat Bumi seiring perjalanannya menuju titik perihelion orbitnya.

Di bulan April 607, komet Halley dapat dilihat hampir sepanjang malam dari Jazirah Arabia. Ia diprakirakan tampak sebagai benda langit cukup terang dengan tingkat terang –1 atau setara terangnya bintang Sirius.

Ketampakan benda langit yang tak biasa ini, yang terlihat jelas begitu langit menggelap hingga dini hari kemudian, begitu memukau penduduk setempat dan menjadi bahan pembicaraan.

Termasuk hingga sekitar satu setengah tahun kemudian, kala Muhammad SAW mulai menerima wahyu Illahi dan mulai menjalankan tugas kenabian. Ada pendapat bahwa najm tsaqib yang termaktub pada al–Qur’an merujuk kepada komet Halley.

Jejak observasi komet terserak dalam sejumlah turats (manuskrip) sejarah yang merentang masa 8,5 abad lamanya.

David Cook (1999) menunjukkan sepanjang masa tersebut terdapat 105 catatan observasi komet yang berbeda–beda. Catatan tertua berasal dari masa awal Daulah Umayyah yakni dari tahun 57 H (677). Sedangkan catatan termuda berasal dari era puncak imperium Turki Usmani, yakni dari tahun 915 H (1509).

Lokasi observasi komet–komet tersebut terbentang mulai dari Tunisia, Mesir, Hijaz (Jazirah Arabia sebelah barat), Syria, Irak hingga Yaman.

Komet Halley menjadi salah satu komet yang banyak diobservasi, meski pada masa itu para ahli falak belum mencapai taraf pengetahuan bahwa komet itu merupakan komet periodik.

Terdapat 760 catatan observasi komet Halley pada saat komet tersebut terlihat di tahun 145 H (762) hingga tiga tahun berikutnya. Catatan berikutnya tentang komet yang sama terjadi pada tahun 379 H (989), yang terlihat pada bulan Rabiul Awwal selama 20 hari penuh.

Beberapa komet yang tercatat dalam Katalog Komet Global juga teramati para ahli falak.

Di antaranya komet X/891 J1 yang sangat terang dan memiliki ekor sangat panjang. Komet tersebut terlihat pada Muharram 278 H (891), dengan ekor hingga sepanjang 100º atau lebih.

Berikutnya adalah komet C/905 K1, yang terlihat pada bulan Rajab 292 H (905) di belahan langit utara. Komet ini cukup terang dengan ekor merentang sepanjang 30º atau lebih.

Berdasarkan posisinya, maka analisis modern menyimpulkan komet ini kemungkinan besar adalah komet parabolik dan melintas pada jarak hanya 30 juta kilometer dari Bumi saat di puncak kecerlangannya.

Terdapat pula catatan ketampakan komet X/1106 C1 yang spektakuler. Ahli falak di Irak melaporkan pada Rabiuts Tsani 499 H yang bertepatan dengan awal tahun 1106, sebuah komet cemerlang muncul di langit. Begitu terang.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WMO Prediksikan Suhu Udara Naik 1,5 Derajat Celsius Selama 5 Tahun Mendatang

WMO Prediksikan Suhu Udara Naik 1,5 Derajat Celsius Selama 5 Tahun Mendatang

Fenomena
Kandidat Vaksin Corona Buatan Ilmuwan Queensland Diuji Coba ke Manusia

Kandidat Vaksin Corona Buatan Ilmuwan Queensland Diuji Coba ke Manusia

Oh Begitu
Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Waktunya Cek Arah Kiblat agar Akurat

Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Waktunya Cek Arah Kiblat agar Akurat

Fenomena
Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Oh Begitu
Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Kenapa Terjadi 2 Kali dalam Setahun?

Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Kenapa Terjadi 2 Kali dalam Setahun?

Fenomena
Gempa Hari Ini : M 5,8 Guncang Laut Flores, Terasa Hingga Denpasar

Gempa Hari Ini : M 5,8 Guncang Laut Flores, Terasa Hingga Denpasar

Fenomena
WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Penanganan Covid-19, Ini Dampaknya

WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Penanganan Covid-19, Ini Dampaknya

Oh Begitu
Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Oh Begitu
Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
komentar
Close Ads X