Ingin Tinggal di Mars, Ilmuwan Temukan Lokasi Permukiman Paling Pas

Kompas.com - 14/05/2020, 17:32 WIB
Ilustrasi Planet Mars Shutterstock.comIlustrasi Planet Mars


KOMPAS.com- Salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh manusia saat berencana tinggal di Planet Mars adalah paparan radiasi kosmik yang mematikan.

Tim ilmuwan dari Washington Academy of Sciences, seperti dilansir Futurism, Rabu (13/5/2020), menyebutkan, kalau ingin menghindari radiasi itu, koloni manusia harus membangun permukiman di dalam goa-goa bawah tanah yang disebut terowongan lava (lava tube).

Kabar baiknya, ilmuwan telah menemukan tempat yang sesuai untuk membangun permukiman tersebut.

Baca juga: Air Pernah Mengalir di Mars, Bukti Kehidupan di Planet Merah

Menurut ilmuwan, dilansir dari Live Science, serangkaian terowongan lava yang terletak di cekungan bekas jatuhnya meteor kuno bernama Hellas Planitia merupakan lokasi yang sempurna.

Tempat tersebut dekat dengan garis khatulistiwa, di mana tingkat radiasi lebih rendah daripada tempat lain di Mars.

Rancangan rumah Mars milik NASANASA Rancangan rumah Mars milik NASA

Baca juga: NASA: Wahana Antarika Mars Deteksi Kehidupan Kuno di Australia, Kok Bisa?

Setiap bagian Mars memang bisa dengan mudah membunuh manusia. Permukaan gersang, kurang oksigen, dengan radiasi matahari tanpa henti.

Sementara di Bumi, ada perisai magnet yang kuat, dikenal sebagai magnetosfer yang akan melindungi kita dari radiasi.

Tanpanya, aliran sinar elektromagnetik yang konstan akan merusak sel dan DNA kita, berdampak mengerikan bagi kesehatan manusia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Awan Pelangi di Tokyo, Apa Itu? Ini Penjelasan Ahli

Fenomena Awan Pelangi di Tokyo, Apa Itu? Ini Penjelasan Ahli

Fenomena
Seri Hewan Nusantara: Landak Jawa, Satwa Dilindungi dan Durinya Kaya Nutirisi

Seri Hewan Nusantara: Landak Jawa, Satwa Dilindungi dan Durinya Kaya Nutirisi

Oh Begitu
Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Fenomena
Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena
Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kita
Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Fenomena
Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Oh Begitu
Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Fenomena
Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Oh Begitu
Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Fenomena
Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Prof Cilik
Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Kita
Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Oh Begitu
3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X