Aceh Banjir, BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat hingga 3 Hari Mendatang

Kompas.com - 14/05/2020, 17:04 WIB
Banjir bandang di Aceh Tengah, Rabu (13/5/2020). ANTARABanjir bandang di Aceh Tengah, Rabu (13/5/2020).

KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) memprediksikan, sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak awal Mei.

Namun wilayah Kampung Paya Tumpu Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh dilanda banjir bandang, Rabu (13/5/2020). Banjir bandang tersebut bahkan mengharuskan warganya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Banyak rumah mengalami kerusakan akibat dimasuki banjir, atau hanyut terbawa arus yang bercampur lumpur, material bebatuan, dan batang pohon.

Baca juga: BMKG: Hingga Kamis, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah di Indonesia

Menanggapi bencana yang terjadi di Aceh, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin mengungkapkan potensi hujan lebat memang masih terjadi di wilayah Aceh beberapa hari belakangan.

Potensi hujan dengan intensitas tinggi inilah yang menyebabkan bencana banjir bandang terjadi di beberapa wilayah. Termasuk Kampung Paya Tumpu Baru yang terletak di sekitar Teluk Benggala.

Dijelaskan Miming, kondisi hujan lebat tersebut dipicu oleh adanya pola tekanan rendah di sekitar Teluk Benggala bagian selatan beberapa hari terakhir ini yang menyebabkan terbentuknya pola konvergensi (pertemuan angin atau pumpunan angin) di wilayah Aceh dan sekitarnya.

"Akibat konvergensi tersebut, pertumbuhan awan hujan menjadi sangat signifikan di wilayah Aceh," kata Miming kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Suhu Udara Panas, BMKG Sebut Ada Potensi Tumbuhnya Badai Tropis

Hujan yang signifikan ini juga bisa menyebabkan kondisi buruk seperti hujan lebat yang dapat berpotensi menimbulkan bencana banjir dan longsor.

Untuk diketahui, saat ini wilayah Aceh bagian Tengah masih berada dalam kategori periode transisi dari musim hujan ke musim kemarau.

"Sehingga kondisinya memang relatif masih basah (banyak curah hujan)," ujar Miming.

Ia menyebutkan bahwa BMKG akan bertindak sesuai dengan tupoksinya yaitu selalu update untuk prediksi cuaca dan peringatan dini. Informasi ini harus ditindaklanjuti juga oleh pihak terkait lainnya baik tingkat pusat maupun daerah setempat.

Baca juga: BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Ini Daftarnya

Ia menilai upaya mitigasi perlu dilakukan segera untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari potensi hujan lebat.

Untuk wilayah Aceh, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan kilat atau petir yang berpotensi terjadi hingga 3 hari mendatang.

"Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan selalu update informasi peringatan dini cuaca dari BMKG," tuturnya.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X