Gejala Tidak Biasa Sakit Perut Ditemukan pada Pasien Covid-19 di Indonesia

Kompas.com - 14/05/2020, 07:31 WIB
Ilustrasi pria lebih rentan terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Ilustrasi pria lebih rentan terinfeksi virus corona penyebab Covid-19.


KOMPAS.com - Jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 15.438 kasus, per Rabu (13/5/2020). Di antara gejala umum penyakit ini, para peneliti menemukan gejala sakit pada saluran pencernaan.

Sebuah studi yang dilakukan beberapa peneliti di Indonesia, menemukan pasien yang positif Covid-19 memiliki gejala gastrointestinal.

"Gastrointestinal adalah saluran pencernaan. Beberapa pasien Covid-19 datang dengan gejala sakit pada saluran pencernaan, seperti nyeri perut, mual, muntah dan diare," ujar dr. Muhammad Khifzhon Azwar, salah satu tim peneliti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia kepada Kompas.com.

Baca juga: Ruam Kaki Covid Dialami Sejumlah Pasien, Mungkinkah Gejala Baru Corona?

Hasil penelitian Gastrointestinal Presentation in COVID-19 in Indonesia ini telah dipublikasikan dalam jurnal National Library of Medicine, National Center for Biotechnology Information (NCBI).

Dr Khifzhon mengatakan selama ini pasien yang positif terinfeksi virus corona baru, SARS-CoV-2 menunjukkan gejala seperti demam, batuk, sesak napas, yang rerata mengarah pada flu atau pneumonia (radang paru).

Namun, para dokter menemukan gejala tidak biasa terkait saluran pencernaan pada beberapa pasien yang dirawat di rumah sakit.

Jurnal penelitian ini menjelaskan seorang pasien menunjukkan nyeri dada dan gejala gastrointestinal yang selanjutnya dikonfirmasi memiliki infeksi virus SARS-CoV-2 setelah dirawat beberapa hari di bangsal standar.

Baca juga: Selain Demam, Batuk, Sesak Napas, Berikut 6 Gejala Baru Virus Corona

"Di Indonesia ini termasuk gejala yang tidak biasa. Sebab, seperti dilaporkan BNPB, gejala nyeri perut terjadi pada 7,5 persen pasien Covid-19," ungkap dr Khifzhon.

Lebih lanjut dia menjelaskan saat jurnal ini ditulis, data gejala sakit perut atau gastrointestinal belum tersedia atau belum dilaporkan Gugus Tugas Covid-19.

"Data yang kami catat pada jurnal itu dari China, di sana pasien dengan gejala saluran pencernaan hanya terjadi pada 2 persen pasien postif Covid-19. Sedangkan, di Indonesia kasusnya lumayan tinggi 7,5 persen," jelas dr Khifzhon.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X